Fakta Sebenarnya Kondisi Untung-Si Singa Kurus Batu Secret Zoo yang Viral, Ini Penjelasan Tim Dokter
Dyan Rekohadi August 14, 2026 11:04 PM

 

SURYA.CO.ID, BATU – Pengelola Batu Secret Zoo Jawa Timur Park (JTP) Group akhirnya membongkar fakta medis terkait unggahan viral yang memperlihatkan kondisi seekor singa jantan bertubuh ramping di media sosial pada Jumat (14/8/2026).

Potret satwa bernama Untung itu sempat memancing gelombang keprihatinan dan pertanyaan publik mengenai standar perawatan satwa di lokasi wisata itu.

Tim dokter hewan langsung turun tangan memberikan penjelasan detail agar masyarakat tidak salah paham mengenai kondisi fisik sang raja hutan.

Langkah transparansi itu diambil guna meluruskan persepsi warganet terkait pola pemeliharaan satwa lanjut usia di lembaga konservasi itu.

Baca juga: Festival Hari Jamur Nasional 2026, Kota Batu Bersiap Jadi Rumah Jamur Eksotis Indonesia 

 
Rahasia Usia Lanjut di Balik Postur Ramping Singa Untung


Viral di media sosial unggahan netizen yang memperlihatkan kondisi seekor singa jantan di Batu Secret Zoo Jawa Timur (Jatim) Park, Kota Batu tampak kurus dan dinilai tidak ideal.

Unggahan itu sontak menimbulkan pertanyaan soal kesejahteraan satwa yang ada di Jatimpark Group.

Terkait unggahan foto singa itu, pihak Jatimpark Group memberikan penjelasan dan mengungkap fakta yang dialami singa bernama Untung itu.

Dari penjelasan pihak Jatimpark Group, melalui Dokter Hewan Batu Secret Zoo, drh. Prista Dwi Restanti mengatakan singa itu telah berusia 16 tahun dan merupakan singa tertua di Batu Secret Zoo.

Pada usia itu, Untung telah memasuki kelompok singa senior atau geriatri.

Sehingga seiring proses penuaan, satwa dapat mengalami perubahan komposisi tubuh, termasuk berkurangnya massa otot, sehingga tubuh dapat terlihat lebih ramping dibandingkan individu yang lebih muda.

Perubahan komposisi tubuh seperti ini juga dapat ditemukan pada satwa geriatri, termasuk kelompok felid.

Sebagai gambaran, lanjut Prista dari nationalzoo.si.edu singa di alam memiliki usia hidup yang relatif lebih pendek.

Smithsonian's National Zoo and Conservation Biology Institute mencatat singa betina di alam dapat hidup hingga sekitar 16 tahun, sementara singa jantan jarang melewati usia 12 tahun.

Sedangkan singa dalam perawatan manusia dapat mencapai usia akhir belasan hingga awal 20an.

Singa berusia lebih dari 15 tahun juga telah masuk dalam kategori geriatri.

Namun meski demikian, kondisi tubuh yang terlihat lebih ramping tidak serta merta dianggap sebagai bagian dari proses penuaan.

Baca juga: Kota Batu Wajibkan Destinasi Wisata Pasang Smart Button, Respon Kebakaran Lebih Cepat

 
Standar Perawatan Medis dan Nutrisi Khusus Satwa Lansia


Dalam perawatan satwa, kondisi tubuh dinilai secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk Body Condition Score (BCS), kondisi massa otot, berat badan, nafsu makan, aktivitas, perilaku, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.

“Untung merupakan salah satu satwa senior yang kami rawat. Dalam menilai kondisi tubuhnya, kami memperhatikan kondisi massa otot, BCS, nafsu makan, aktivitas, perilaku, serta berbagai aspek kesehatan lainnya. Hal ini penting agar kondisi Untung dapat dipahami sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya sebagai individu satwa,” kata drh. Prista Dwi Restanti, Jumat (14/8/2026).

Prista menjelaskan dalam pemenuhan kebutuhan pakan, Untung mendapatkan pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan individunya.

Pemberian pakan mempertimbangkan usia, berat badan, aktivitas, kondisi tubuh, serta kondisi kesehatan masing-masing satwa.

“Setiap satwa memiliki kebutuhan yang berbeda. Tujuan kami bukan membuat satwa terlihat gemuk, tetapi menjaga kondisi tubuh yang sehat, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan individunya, terutama pada satwa yang telah memasuki usia lanjut,” jelasnya.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan di Kota Batu Tembus 397 Ribu Selama Libur Sekolah

 
Komitmen Jatimpark Jaga Kesejahteraan Satwa Secara Menyeluruh


Mewakili manajemen Jatimpark Group, Prista memahami kondisi satwa yang terlihat secara visual dapat menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran, khususnya ketika informasi itu dibagikan melalui media sosial.

Tubuh yang terlihat lebih ramping tidak otomatis berarti satwa sedang sakit atau tidak mendapatkan pakan yang cukup.

Begitu juga tubuh yang lebih berisi tidak selalu menjadi indikator bahwa satwa berada dalam kondisi sehat.

Penilaian terhadap kesehatan dan kesejahteraan satwa perlu melihat kondisi individu secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dari faktor pendekatan perawatan, Untung juga disesuaikan dengan karakteristik dan tahapan kehidupan setiap satwa, termasuk individu yang telah memasuki usia senior.

“Kami menghargai perhatian dan kepedulian masyarakat terhadap satwa kami. Bagi kami, kesejahteraan satwa bukan hanya mengenai bagaimana satwa terlihat, tetapi bagaimana kebutuhan fisik, nutrisi, kesehatan, perilaku, dan kenyamanannya dapat terpenuhi sesuai dengan kondisi masing-masing individu. Kami akan terus menjaga komitmen itu dalam pengelolaan satwa di Batu Secret Zoo,” terangnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.