Gerhana Matahari total melintasi sejumlah wilayah Eropa pada Rabu lalu. Spanyol menjadi salah satu negara yang paling ramai didatangi wisatawan karena berada di jalur terbaik untuk menyaksikan fenomena tersebut.
Bayangan Bulan yang menutupi Matahari mulai melintasi wilayah Arktik Rusia sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Jalurnya kemudian bergerak melewati Greenland dan Islandia sebelum mencapai Spanyol.
Melansir , Jumat (14/8/2026) di Spanyol, jalur gerhana membentang dari pesisir Atlantik di utara hingga Laut Mediterania. Gerhana total berakhir sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Fenomena tersebut menjadi gerhana Matahari total pertama yang bisa disaksikan dari daratan Eropa sejak 2006.
Gerhana sebagian juga dapat dilihat di sebagian besar wilayah Eropa, Kanada, Amerika Serikat bagian utara, dan Afrika barat laut. Saat fase total berlangsung, siang hari berubah gelap selama beberapa saat.
Di Spanyol, fase gerhana total berlangsung kurang dari dua menit sebelum Matahari terbenam. Durasi di sejumlah wilayah Rusia dan Greenland sedikit lebih panjang, tetapi tidak sampai dua setengah menit.
Fenomena itu sekaligus menjadi kesempatan bagi ilmuwan untuk mengamati atmosfer Matahari. Mereka dapat mempelajari sejumlah hal, termasuk angin matahari dan medan magnet Matahari.
Di sisi lain, gerhana Matahari Total membawa dampak besar bagi pariwisata Spanyol. Wisatawan dari berbagai negara datang ke sejumlah daerah, khususnya kawasan pedesaan di bagian utara yang berada di jalur gerhana.
Kementerian Ekonomi Spanyol memperkirakan fenomena ini dapat memberikan tambahan kontribusi ekonomi sebesar 347 juta euro (Rp 6,5 triliun). Lebih dari 446 ribu wisatawan tambahan diperkirakan datang ke wilayah yang terdampak jalur gerhana.
Sejumlah desa yang biasanya sepi pun mendadak dipadati wisatawan. Contohnya di Benavente, kota kecil di barat laut Spanyol, yang menjadi salah satu lokasi yang ramai diburu karena menawarkan pemandangan gerhana yang cukup baik. Penginapan di sana bahkan sudah habis dipesan.
"Kami menerima sekitar 50 telepon setiap hari untuk menanyakan tempat menginap, lokasi melihat gerhana, hingga tempat parkir," kata Laura del Teso dari Kantor Pariwisata Benavente.
Ia menyebut Benavente belum pernah menerima wisatawan asing sebanyak itu. Wisatawan datang dari Belgia, Inggris, Australia, Selandia Baru, Belanda, hingga Jerman.
Lonjakan wisatawan juga membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan. Suhu di sebagian besar wilayah Spanyol diperkirakan mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, sedangkan beberapa wilayah timur laut bisa menembus 40 derajat Celsius.
Risiko kebakaran hutan juga berada pada level sangat tinggi hingga ekstrem. Otoritas terkait memperkirakan sekitar 1,5 juta perjalanan tambahan akan terjadi menuju wilayah yang berada di jalur gerhana.
Hingga akhirnya pemerintah di sana menyiapkan titik pengamatan serta menambah personel keamanan, layanan transportasi, dan tim tanggap darurat untuk menghadapi lonjakan wisatawan.





