Persaudaraan Lintas Etnis dan Agama Terjalin dalam Ziarah Komunal Maria Assumpta di Labuan Bajo
Cristin Adal August 14, 2026 11:47 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO- Ribuan umat Katolik bersama masyarakat lintas etnis dan agama mengikuti Prosesi Maria Assumpta Nusantara, salah satu agenda utama Festival Golo Koe 2026, di Labuan Bajo, Jumat (14/8/2026).

Perarakan agung melalui jalur laut dan darat ini menjadi manifestasi nyata dari tema besar festival, yakni "Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan."

Ketua Umum Festival Golo Koe, RD Yohanes Fakundo Selman, mengatakan ziarah melalui jalur laut menggunakan kapal pinisi dan jalur darat yang melewati tujuh stasi menjadi pesan untuk menjaga keutuhan alam Labuan Bajo.

"Ziarah yang dilakukan di laut menggunakan kapal pinisi dan di darat melewati tujuh stasi ini merupakan pesan untuk menjaga keutuhan alam Labuan Bajo," kata Yohanes.

Baca juga: BMKG: Cuaca NTT Besok 15 Agustus 2026 Cerah Berawan, Suhu Terendah 12 Derajat di Ruteng dan Bajawa

Menurut dia, keterlibatan masyarakat lokal, pemerintah, dan berbagai komunitas dalam prosesi tersebut bertujuan agar pariwisata Labuan Bajo tumbuh berakar pada kearifan lokal dan tetap lestari bagi generasi mendatang.

"Keterlibatan aktif masyarakat lokal, pemerintah, dan berbagai komunitas dalam prosesi ini bertujuan agar pariwisata Labuan Bajo tumbuh berakar dalam kearifan lokal dan tetap lestari bagi generasi mendatang," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam tradisi iman Katolik, ziarah ke Gua Maria bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi merupakan praktik iman untuk merenungkan hidup manusia sebagai sebuah perziarahan menuju Sang Khalik sebagai tujuan akhir.

"Dalam tradisi iman Katolik, ziarah ke Gua Maria bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan praktik iman untuk merenungkan hidup manusia sebagai sebuah perziarahan menuju Sang Khalik sebagai tujuan akhir," katanya.

Dalam peziarahan tersebut, Bunda Maria diangkat sebagai teladan kesetiaan yang membawa pengharapan dan sukacita bagi mereka yang bergumul menghadapi berbagai tantangan hidup.

"Dalam peziarahan ini, Bunda Maria diangkat sebagai teladan kesetiaan yang membawa pengharapan dan sukacita bagi mereka yang bergumul dalam tantangan hidup. Melalui prosesi ini, umat diajak untuk 'melangkah bersama' dalam persaudaraan sinodal yang inklusif," katanya.

Baca juga: Cuaca Cerah Berawan dan Laut Tenang Iringi Prosesi Laut Maria Assumpta Nusantara, Festival Golo Koe

Prosesi tersebut juga menampilkan wajah Labuan Bajo sebagai "Rumah Bersama" yang harmonis melalui keterlibatan berbagai suku dan budaya.

Etnis Lamaholot mengawali prosesi dengan mengiringi Patung Bunda Maria di wilayah Kampung Ujung. Sementara itu, etnis Ngadha-Bajawa menyambut kedatangan Patung Bunda Maria dan rombongan secara meriah dengan Tarian Ja'i saat tiba di Waterfront City Marina Labuan Bajo setelah prosesi laut.

Prosesi dimulai pukul 15.30 WITA dari Kapela Stella Maris, dilanjutkan dengan prosesi laut yang melibatkan 12 kapal pinisi dan puluhan motor ketinting.

Peziarahan darat kemudian melintasi Jalan Soekarno-Hatta hingga berakhir di Gua Maria Bukit Golo Koe pada malam hari untuk ibadat penutup.

Festival Golo Koe 2026 yang telah masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) ini akan mencapai puncaknya pada Sabtu (15/8/2026) melalui Perayaan Ekaristi Akbar Maria Assumpta di Waterfront City.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.