Laporan Wartawan TribunGayo.com Rasidan | Gayo Lues
TRIBUNGAYO.COM, BLANGKEJEREN - Sembilan bulan pascabencana banjir bandang yang memutus jembatan utama, masyarakat dari tujuh desa di Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, menggelar aksi gotong royong untuk memperbaiki jembatan gantung darurat di Desa Rerebe, Jumat (14/8/2026).
Jembatan kayu tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses alternatif penghubung bagi warga, namun kondisinya kian memprihatinkan.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda jembatan beton yang hancur akibat banjir bandang akan dibangun kembali oleh pemerintah.
Kondisi lantai jembatan darurat yang terbuat dari kayu kini mulai lapuk, patah, dan berlubang sehingga sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas.
Karena tidak pernah mendapat penanganan permanen, warga berinisiatif melakukan perbaikan mandiri.
Aksi gotong royong ini juga dibantu oleh personel kepolisian dari Polsek Tripe Jaya serta jajaran pihak kecamatan.
“Saat ini ada donasi terkumpul dari warga sekitar Rp 4 juta untuk membeli kayu dan perlengkapan lainnya.
Selain itu, ada juga bantuan kawat harmonika sebanyak 20 gulung dari BPBD Gayo Lues,” ujar Tokoh Agama yang juga salah satu Pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Tripe Jaya, Tgk Sahidin kepada TribunGayo.com.
Aksi gotong royong ini melibatkan warga dari tujuh desa, yaitu Desa Rerebe, Kuala Jernih, Setul, Buntul Musara, PayahKumer, Perlak, dan Pulo Gelime.
“Sudah sembilan bulan sejak bencana berlalu, warga dari enam desa masih terisolasi.
Bahkan sampai saat ini, kendaraan roda empat milik warga belum bisa keluar dari area enam desa tersebut,” ungkap salah seorang warga setempat.
Kegiatan swadaya ini diperkirakan berlangsung selama tiga hari atau lebih.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi saat saling bahu-membahu memperbaiki jembatan demi membentangkan kembali jalur kehidupan mereka.
Jembatan Rerebe bukan sekadar perlintasan antar-desa, melainkan fondasi utama perekonomian dan mobilitas warga menuju pusat Kecamatan Tripe Jaya hingga ke ibu kota Kabupaten Gayo Lues di Blangkejeren.
Mewakili masyarakat Tripe Jaya, Tgk Sahidin bersama para tokoh setempat sangat berharap Pemerintah Kabupaten Gayo Lues maupun Pemerintah Aceh dapat segera membangun kembali jembatan permanen yang runtuh tersebut. (*)
Baca juga: BPBD Gayo Lues Terima Satu Unit Motor Trail dan Dua Perahu Karet
Baca juga: Nekat Terobos Sungai, Mobil Pikap Kepala Desa di Gayo Lues Nyaris Hanyut
Baca juga: Pencurian Ternak Marak di Gayo Lues, Lima Warga Rema Kehilangan Kerbau dan Sapi