Khofifah Pastikan Jatim Laksanakan Arahan Presiden Prabowo, Fokus Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat
Dyan Rekohadi August 15, 2026 12:49 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk mengawal dan menerjemahkan empat pedoman utama Presiden RI Prabowo Subianto demi mengakselerasi kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru wilayah Jawa Timur pada Jumat (14/8/2026).

Pernyataan strategis itu disampaikan Khofifah usai menghadiri agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia bersama jimpinan DPRD Jatim.

Langkah konkret disiapkan untuk memastikan setiap instruksi pemerintah pusat berjalan efektif dan berdampak langsung pada rakyat.

Pihaknya optimistis sinergi pusat dan daerah akan memperkuat kedaulatan nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kalbar di Pontianak, Capaian transaksi Rp 2,5 Triliun

 
Empat Pedoman Utama Presiden Prabowo Jadi Pijakan Pembangunan Jatim


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus melaksanakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Khofifah usai bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jatim mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung DPRD Provinsi Jatim, Jumat (14/8/3026).

Khofifah menilai empat pedoman utama yang disampaikan Presiden Prabowo relevan untuk menjadi pijakan pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan di Jawa Timur.

Empat pedoman itu meliputi menjalankan amanat Undang-Undang Dasar 1945, menjaga kepentingan inti nasional yang vital, bekerja cepat mengatasi kesulitan rakyat, serta memiliki orientasi pembangunan jangka panjang.

Menurut Khofifah, keempat pedoman itu harus diterjemahkan dalam kebijakan konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat hingga lapisan terbawah.

“Kepemimpinan adalah tentang memegang teguh amanah yang telah diberikan rakyat dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Karena itu, setiap langkah pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada kepentingan seluruh masyarakat,” ungkap Khofifah.

Pedoman pertama yang disampaikan Presiden Prabowo adalah bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sedangkan pedoman kedua yakni menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital.

Khofifah menyebut salah satu bentuk implementasi kepentingan nasional itu adalah upaya mewujudkan swasembada pangan.

Jawa Timur, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional sehingga memiliki peran besar dalam memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.

“Ketika nasional tengah berupaya Swasembada Pangan, maka Jawa Timur telah ada di posisi Kedaulatan Pangan Berkelanjutan. Ini bukti bahwa keseriusan dan kerja keras kita untuk melindungi kepentingan masyarakat secara umum,” ucapnya.

Berdasarkan arahan Presiden Prabowo, Indonesia tercatat pada tahun ini telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Capaian itu turut didukung Jawa Timur yang menjadi salah satu daerah dengan produksi beras, jagung, gula, daging ayam, telur hingga daging sapi terbesar di Indonesia.

“Hal ini termasuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Deni Wicaksono Soroti MBG hingga Kopdes Merah Putih : Jangan Berhenti pada Angka

 
Pemerintah Harus Cepat Merespons Persoalan Rakyat


Pedoman ketiga yang ditekankan Presiden Prabowo adalah bekerja cepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat.

Khofifah mencontohkan penyelenggaraan pasar murah di berbagai daerah di Jawa Timur sebagai salah satu bentuk respons cepat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban masyarakat.

Pemprov Jatim, lanjutnya, akan terus hadir dan meningkatkan kepekaan ketika masyarakat membutuhkan solusi.

Setiap persoalan diharapkan dapat segera ditangani dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

“Orientasi pemerintah adalah perbaikan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah pusat hadir, Pemprov hadir. Kepekaan-kepekaan itu yang sangat dibutuhkan untuk melihat dan menyelesaikan permasalahan masyarakat hingga di lini terbawah,” tegasnya.

Sementara itu, pedoman keempat adalah pentingnya orientasi pembangunan jangka panjang.

Khofifah mengatakan, kebijakan pemerintah tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan masyarakat hari ini, tetapi juga harus mempertimbangkan kehidupan generasi mendatang.

Ia mencontohkan bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia, termasuk Jawa Timur.

Menurutnya, kondisi itu harus dioptimalkan agar menjadi kekuatan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Jangan sampai kita nanti saat sampai pada Indonesia Emas 2045, merasa menyesal tidak berkontribusi signifikan,” ujarnya.

 
Pendidikan Jadi Kunci Utama Tingkatkan Kualitas SDM


Masih dalam konteks arahan Presiden Prabowo, Khofifah menegaskan pembangunan manusia menjadi bagian penting dalam memanfaatkan bonus demografi.

Ia menyebut pendidikan sebagai salah satu jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, Khofifah mengajak seluruh pihak bersama-sama mempersiapkan generasi penerus Jawa Timur dan Indonesia secara maksimal.

Hal itu, menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo bahwa pembangunan yang paling mendasar adalah pembangunan manusia.

“Kita percaya bahwa pendidikan mampu mengangkat derajat sebuah keluarga. Oleh sebab itu, perbaikan Sumber Daya Manusia telah menjadi fokus utama dalam kepemimpinan kami sejak periode pertama lalu,” kata Khofifah.

“Kita tegaskan bahwa No One Left Behind. Pendidikan harus inklusif yang merangkul seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Khofifah optimistis empat pedoman yang disampaikan Presiden Prabowo dapat menjadi guideline bersama, termasuk bagi pemerintah daerah hingga lini terbawah.

Menurutnya, seluruh pembangunan yang dilakukan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat sekaligus memperkuat kemandirian bangsa.

Dengan sinergi seluruh elemen, Khofifah optimistis target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6 persen pada 2027 sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo dapat diwujudkan.

“Pertumbuhan ekonomi dan investasi pada akhirnya diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.