Gempa Dahsyat M 7,7 Guncang NTT, 8 Orang Meninggal, Warga Pesisir Diminta Mengungsi Potensi Tsunami
pairat August 15, 2026 10:27 AM

Sedikitnya 8 orang tewas akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Gempa yang berpusat di Kabupaten Nagekeo tersebut juga memicu peringatan dini tsunami dari BMKG.
 
Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur untuk sementara mencatat sekitar 6 orang korban jiwa dampak gempa bumi magnitudo 7.7 berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (15/8/2026). 

Hal ini disampaikan oleh Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, Sabtu pagi. 

"Untuk sementara yang sudah pasti itu 6 orang meninggal, ini berdasarkan hasil konfirmasi langsung dengan para kepala desa," ujarnya. 

Agustinus juga mengatakan, masih berpotensi tercatat penambahan korban jiwa karena sebagian masih terjebak di dalam runtuhan bangunan. 

"Masih ada yang terjebak dalam bangunan yang runtuh akibat gempa bumi ini. Sebagian Kepala desa juga belum bisa dikonfirmasi karena posisi listrik padam sehingga hilang sinyal apalagi potensi mendung saat ini" Ujarnya.

Camat Agustinus juga mengatakan, pihaknya belum mengetahui identitas masing-masing korban, sebab saat ini pihaknya masing mengungsi bersama warga di area pegunungan. 

"Kami belum bisa tahu identitas korban jiwa karena saat ini kami semua mengungsi di gunung karena ada peringatan dini dari BMKG berpotensi tsunami,"ujarnya.

Camat Agustinus juga mengatakan, pihaknya juga telah mengimbau dan meminta seluruh masyarakat di wilayah pesisir, Kecamatan Lamba Leda Utara untuk mengungsi ke daerah ketinggian, pasca peringatan dini yang dikeluarkan BMKG bahwa gempa bumi berpotensi tsunami. 

2 Tewas di Pelabuhan Maumere

Sementara dua orang meninggal lainnya setelah tertimpa reruntuhan bangunan di Pelabuhan L. Say Maumere.

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengatakan kedua korban berada di area pelabuhan saat gempa terjadi.

Reruntuhan bangunan kemudian menimpa keduanya hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Menurut Simon, salah satu korban merupakan seorang perempuan yang saat itu berada di pelabuhan sebagai penumpang kapal.

"Yang satu ibu, penumpang kapal kena runtuhan bangunan meninggal, yang satunya lagi seorang bapa, orang Adonara, pasien sudah mau pulang," ujarnya.

Korban lainnya merupakan seorang laki-laki asal Adonara yang sebelumnya berstatus sebagai pasien dan hendak kembali ke daerah asalnya.

Hingga Sabtu pagi, gempa susulan masih terjadi di wilayah Sikka.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga memilih tetap berada di luar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Sejumlah pasien yang berada di rumah sakit dan puskesmas juga dilaporkan telah dievakuasi ke lokasi yang dinilai lebih aman.

Pemerintah Kabupaten Sikka saat ini masih melakukan pendataan terhadap korban serta kerusakan bangunan yang ditimbulkan akibat gempa.

Jumlah korban maupun kerusakan akibat gempa masih dapat bertambah seiring proses pendataan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan petugas di lapangan.

Berpotensi Tsunami

Gempa bermagnitudo 7,7 terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi, (15/8/2026).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami.

"Ada potensi Tsunami dan ada gempa susulan," kata Kepala BMKG Manggarai Barat, Maria Patrica Seran.

BMKG awalnya mencatat bahwa gempa pertama kali terasa pukul 05.58 WITA dengan magnitudo 7,0.

Namun dari hasil pemutakhiran data gempa tercatat bermagnitudo 7,7.

Gempa berpusat di Kabupaten Nagekeo, dengan titik gempa 30 km arah Timur Laut di kedalaman di 15 km.

"Pemutakhirannya 7,7 sr," kata Maria.

BMKG juga telah mengeluarkan rekomendasi evakuasi kepada pemerintah daerah.

Titik siaga yakni di Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Sikka bagian utara, Ende bagian Utara.

Termasuk di wilayah Sulawesi dan Selayar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.