Cerita di Balik Roda: 24 Tahun Yamaha Mataram Sakti Tumbuhkan Ekosistem Otomotif Jawa Tengah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setiap sepeda motor yang melintas di jalan-jalan Jawa Tengah menyimpan cerita yang lebih panjang daripada sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain.
Di balik kendaraan yang digunakan untuk bekerja, mengantar keluarga, berdagang, hingga menembus padatnya jalan perkotaan, terdapat mata rantai industri yang menghubungkan pabrikan dengan konsumen.
Ada dealer yang menjadi pintu pertama, tenaga penjualan yang mengenalkan kendaraan, mekanik yang menjaga performanya, hingga jaringan suku cadang yang memastikan motor tetap bisa digunakan bertahun-tahun.
Di Jawa Tengah, salah satu cerita panjang dalam mata rantai tersebut datang dari Mataram Sakti.
Baca juga: Sparepart Tembus Rp 1 Triliun, Yamaha Bongkar Alasan Tetap Agresif di Jateng
Berpusat di Kota Semarang, perjalanan Mataram Sakti bersama Yamaha telah berlangsung selama 24 tahun.
Mataram Sakti resmi menjadi dealer Yamaha pada Agustus 2002. Saat itu, jaringan yang dimiliki masih jauh lebih kecil dibandingkan sekarang, yakni tiga showroom.
Dua dekade lebih kemudian, jaringan tersebut telah berkembang menjadi 52 jaringan.
Perubahan dari tiga showroom menjadi puluhan jaringan bukan sekadar pertambahan angka. Di dalamnya terdapat perjalanan mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat terhadap sepeda motor sekaligus perkembangan industri otomotif di Jawa Tengah.
Direktur Mataram Sakti Grup Michael Manuel Santoso mengatakan perkembangan tersebut berlangsung secara bertahap sejak perusahaan memulai kiprahnya bersama Yamaha.
"Kini kami berusia 24 tahun, dimulai pada 2002. Saat itu belum sebanyak sekarang, tetapi berkembang pesat," kata Michael, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Michael, bertambahnya jaringan juga mengikuti kebutuhan konsumen yang tidak berhenti setelah sepeda motor dibeli.
Sebuah kendaraan yang keluar dari showroom akan memasuki perjalanan panjang bersama pemiliknya.
Setelah digunakan untuk aktivitas sehari-hari, kendaraan membutuhkan servis berkala, penggantian oli, pemeriksaan komponen hingga ketersediaan suku cadang.
Karena itu, industri sepeda motor tidak hanya berbicara tentang penjualan kendaraan baru.
Ada industri purnajual yang terus bergerak di belakangnya.
Mekanik bekerja menjaga mesin tetap prima. Suku cadang dipasok ketika komponen kendaraan mulai aus.
Bengkel menjadi tempat kendaraan kembali ketika membutuhkan perawatan.
Mataram Sakti kemudian berkembang bersama seluruh mata rantai tersebut.
Perjalanan 24 tahun itu membuat jaringan Yamaha tersebut tidak lagi hanya menjadi tempat konsumen mencari sepeda motor baru, tetapi juga bagian dari ekosistem penggunaan kendaraan di Jawa Tengah.
Kini, perjalanan tersebut memasuki babak berikutnya. Setelah memperluas jaringan, Mataram Sakti mulai memperkuat konsep Premium Shop.
Konsep tersebut membawa standar berbeda dalam penyajian produk, fasilitas, tampilan gerai, hingga pengalaman konsumen ketika berada di jaringan Yamaha.
Michael mengatakan saat ini Mataram Sakti telah memiliki sembilan Premium Shop. Jumlah tersebut masih akan bertambah.
"52 jaringan, Premium Shop dengan menambahkan sembilan Premium Shop. Target kami bulan depan mencapai 15 Premium Shop," katanya.
Pengembangan Premium Shop menjadi bagian dari perubahan pola layanan industri otomotif.
Konsumen tidak hanya membutuhkan kendaraan, tetapi juga semakin memperhatikan bagaimana proses pembelian dan pelayanan setelah kendaraan digunakan.
Dealer pun dituntut tidak berhenti sebagai tempat transaksi.
Ada pengalaman yang harus dibangun sejak konsumen melihat produk, mendapatkan informasi, melakukan pembelian, hingga kembali untuk melakukan perawatan.
Terpisah President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti sebelumnya mengatakan pengembangan Premium Shop di Jawa Tengah menjadi salah satu catatan penting bagi Yamaha.
"New record di Jawa Tengah, dengan adanya belasan Premium Shop. Kalau total dealer di Indonesia 1.200 dan akan terus bertambah," katanya.
Secara nasional, Yamaha menargetkan pengembangan hingga 200 Premium Shop.
Bagi Mataram Sakti, target tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang telah dimulai sejak 2002.
Dari tiga showroom, kini terdapat 52 jaringan.
Dari sekadar penjualan sepeda motor, jaringan berkembang dengan layanan purnajual dan penyediaan suku cadang.
Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana industri otomotif tumbuh bukan hanya melalui produk yang diproduksi pabrikan, tetapi juga melalui jaringan yang mendistribusikan, merawat, dan menjaga kendaraan tetap berada di jalan.
Selama 24 tahun, Mataram Sakti menjadi salah satu bagian dari cerita tersebut di Jawa Tengah.
Roda kendaraan terus berputar, kebutuhan masyarakat berubah, dan wajah industri otomotif ikut bergerak.
Mataram Sakti kini memasuki fase baru dengan memperkuat Premium Shop dan menargetkan 15 outlet.
Sebuah babak baru dari perjalanan yang bermula dari tiga showroom pada 2002. (*)