Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, 8 Warga Tewas dan Jalur Trans Lumpuh
Darwin Sijabat August 15, 2026 11:03 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Bencana gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi pukul 05.58 WITA. 

Guncangan hebat tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur, memicu tanah longsor, dan merenggut sedikitnya 8 korban jiwa berdasarkan data awal yang berhasil dihimpun.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami usai gempa terjadi, namun status peringatan tersebut telah resmi dicabut beberapa saat kemudian.

Hasil analisis BMKG menunjukkan pusat gempa berada di laut pada jarak 30 kilometer arah Timur Laut dengan kedalaman 15 kilometer, pada koordinat titik 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur. 

Guncangan kuat dirasakan meluas di berbagai kabupaten di NTT.

6 Korban Meninggal dan Warga Mengungsi

Dampak terparah dilaporkan terjadi di Kabupaten Manggarai Timur. 

Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara mengonfirmasi sedikitnya 6 orang warga meninggal dunia akibat tertimpa bangunan ambruk.

"Untuk sementara yang sudah pasti itu 6 orang meninggal. Ini berdasarkan hasil konfirmasi langsung dengan para kepala desa," ujar Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, Sabtu pagi.

Agustinus menyebut angka kematian berpotensi terus bertambah lantaran proses evakuasi masih terhambat. 

Jaringan komunikasi dan aliran listrik yang terputus total kian menyulitkan pendataan di lapangan.

"Masih ada yang terjebak dalam bangunan yang runtuh akibat gempa bumi ini. Sebagian Kepala desa juga belum bisa dikonfirmasi karena posisi listrik padam sehingga hilang sinyal apalagi potensi mendung saat ini," jelasnya.

Ia menambahkan, identitas para korban belum dapat terverifikasi secara rinci karena aparat pemerintah bersama warga terpaksa menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Baca juga: Daftar Wilayah dengan Peringatan Tsunami, Pasca Gempa Bermagnitudo 7,7 di Laut Sulawesi

Baca juga: Lahan Terdampak Pelebaran Jalan Mendalo Jambi Bakal dapat Ganti Rugi

"Kami belum bisa tahu identitas korban jiwa karena saat ini kami semua mengungsi di gunung karena ada peringatan dini dari BMKG berpotensi tsunami," ungkap Agustinus.

Dua Warga Tewas Tertimpa Reruntuhan 

Sementara itu hingga pukul 08.30 WIB, Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Sikka melaporkan dua orang warga meninggal dunia. 

Kedua korban tewas seketika setelah tertimpa reruntuhan bangunan di area Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengonfirmasi bahwa para korban merupakan calon penumpang kapal yang berada di lokasi saat gempa menghentak.

"Yang satu ibu, penumpang kapal mau,kena runtuhan bangunan meninggal, yang satunya lagi seorang bapa, orang adonara, pasien sudah mau pulang," kata Simon.

Sejumlah rumah sakit dan puskesmas di wilayah terdampak juga mengevakuasi para pasien ke luar gedung untuk mengantisipasi risiko runtuhan.

Akses Jalan Trans Lumpuh Total

Kerusakan fisik bangunan dilaporkan merata di wilayah Flores. Di Mbay, Kabupaten Nagekeo, deretan rumah warga hingga bangunan hotel dilaporkan hancur dan mengalami kerusakan berat.

“Untuk sementara, banyak bangunan yang mengalami kerusakan, termasuk hotel,” kata Yolen, seorang warga Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Selain merusak pemukiman, gempa memicu titik tanah longsor yang menutup total akses vital transportasi darat. Jalan Trans Flores ruas Ende-Bajawa, tepatnya di daerah Nangaba, lumpuh total akibat tertutup timbunan material batu dan tanah.

"Arah Barai-Nangaba Ende akses putus total. Timbunan material longsor menutupi badan jalan. Semoga dinas atau pihak terkait segera memperbaikinya. Terima kasih," tutur Ali, warga Kabupaten Ende.

Longsoran tanah serupa juga dilaporkan melanda wilayah kilometer 17 arah timur Kota Ende, yang mengakibatkan lalu lintas kendaraan dari dan menuju Ende atau sebaliknya tidak dapat dilalui sama sekali.

Baca juga: Kisah Perjuangan Pemadam Karhutla Jambi: Menjaga Udara Bersih di Tengah Kobaran Api

Baca juga: Jambi dapat Kucuran Dana Rp500 Miliar, Al Haris: Terimakasih Pak Presiden

Baca juga: Chef Zikwan Zikwan Luminor Hotel Pukau Delegasi Dunia, Cita Rasa Jambi Tampil di UNESCO Geopark

Baca juga: Guru di Jambi Korban Perundungan Sekarang Depresi, PGRI Kumpulkan Keterangan dan Telusuri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.