Kronologi Pengeroyokan Pelajar di Palembang yang Viral Dibacok, Pelaku dari 5 Sekolah yang Berbeda
Welly Hadinata August 15, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Aksi pengeroyokan terhadap pelajar kembali terjadi di Kota Palembang. 

Seorang pelajar berinisial MEH (15) menjadi korban penyerangan sekelompok pelajar lain di Jalan Mesuji 2, kawasan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban mengalami luka robek pada bagian tangan setelah diduga dibacok salah seorang pelaku.

Kapolsek Ilir Barat I Kompol Fauzi Saleh mengatakan, berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula ketika MEH bersama sejumlah temannya sedang nongkrong di Lorong Gotong Royong, Jalan Demang Lebar Daun.

Saat itu, korban dan teman-temannya baru saja pulang sekolah.

Tiba-tiba, datang gerombolan pelajar menggunakan sepeda motor yang langsung mengarah kepada korban dan teman-temannya.

"Saat korban bersama temannya duduk, gerombolan pelajar lain mengendarai sepeda motor mengarah ke arah korban dan temannya. Lalu anak-anak tersebut langsung menyerang korban. Melihat hal tersebut korban langsung melarikan diri," ujar Fauzi, kepada Sripoku.com Sabtu (15/8/2026).

Korban Dikejar hingga Terjatuh

Korban berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Namun, gerombolan pelajar tersebut tidak berhenti mengejar.

Pelarian korban berakhir di Jalan Mesuji 2. Saat itu korban terjatuh dari sepeda motor.

Dalam kondisi sudah terjatuh, korban justru kembali menjadi sasaran pengeroyokan.

"Para pelaku masih berusaha mengejar walaupun korban melarikan diri. Di TKP korban jatuh dan dibacok dan dikeroyok oleh pelaku," jelas Fauzi.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian tangan.

Polisi kemudian mendatangi korban yang menjalani perawatan di RS Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk meminta keterangan terkait kejadian tersebut.

Pelaku Diduga dari Lima Sekolah Berbeda

Yang membuat kasus ini semakin menjadi perhatian, korban menyebut gerombolan pelaku mengenakan seragam dari lima sekolah yang berbeda.

Keterangan tersebut kini menjadi salah satu informasi yang dapat digunakan polisi untuk mengembangkan penyelidikan dan mengidentifikasi para pelaku.

"Menurut korban yang dia lihat, gerombolan pelaku memakai seragam lima sekolah yang berbeda. Kemarin sudah kami datangi korban di RSMH," kata Fauzi.

Polisi juga menyarankan korban dan pihak keluarga untuk membuat laporan resmi ke Polsek Ilir Barat I agar perkara tersebut dapat ditindaklanjuti secara hukum.

Pihak kepolisian selanjutnya akan mendalami keterangan korban, mencari identitas para pelaku serta mengusut motif penyerangan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.