TRIBUNTRENDS.COM - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), menyebabkan sejumlah bangunan roboh.
Getaran gempa juga mengakibatkan beberapa warga mengalami luka-luka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih melakukan pendataan terhadap dampak gempa di sejumlah wilayah terdampak.
Situasi di lokasi juga diperburuk dengan munculnya sejumlah gempa susulan setelah gempa utama terjadi.
Berdasarkan catatan BNPB, gempa susulan pertama berkekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.13.53 WIB.
Gempa susulan dengan kekuatan serupa kembali terjadi pada pukul 05.28.40 WIB.
Tak lama berselang, gempa susulan ketiga berkekuatan Magnitudo 5,6 tercatat pada pukul 05.37.19 WIB.
BNPB juga melaporkan adanya sejumlah gempa susulan lain, salah satunya berkekuatan Magnitudo 5,5.
Meski rangkaian gempa susulan terjadi, BNPB menyatakan gempa-gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan informasi sementara.
Hingga kini, petugas masih memverifikasi data mengenai korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan bangunan dan informasi tersebut akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Baca juga: Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,7 Guncang Flores NTT, Sejumlah Wilayah Ditetapkan dalam Status SIAGA
Menurut informasi sementara, sebanyak dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.
Pada video yang beredar di media sosial, terlihat bangunan roboh akibat gempa tersebut.
Di antaranya terjadi di Pelabuhan Laurentius Say Maumere.
Video merekam detik-detik bangunan di pelabunan itu roboh usai diguncang gempa.
Sejumlah warga berlarian dari bangunan itu untuk menyelamatkan diri.
Sambil diguncang gempa, tembok-tembok bangunan terlihat roboh.
Warga berlarian menjauh sambil membawa barang-barang mereka.
Terlihat beberapa berlarian menuju ke Kapal Pelni yang ada di seberangnya.
Warga yang sedang melintas di jembatan pun tampak berlarian ke kapal dan meninggalkan tas milik mereka.
Terlihat pula ada beberapa orang yang sudah naik di tangga menuju kapal.
Namun tiba-tiba tangga itu ditarik naik ke kapal.
Beberapa orang yang ada di tangga itu pun mencoba berusaha untuk terus naik.
Namun entah ada kendala teknis apa, tiba-tiba tangga tersebut berguncang dan jatuh ke laut.
Beberapa orang yang ada di tangga itu pun tampak sempat bergelantung sebelum akhirnya ikut terjatuh ke laut.
Belum diketahui bagaimana kondisi para korban.
Sementara itu beberapa orang di sana masih berusaha menyelamatkan diri.
Baca juga: Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,7 Guncang Flores NTT, Sejumlah Wilayah Ditetapkan dalam Status SIAGA
BNPB melaporkan ada empat korban luka-luka akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Empat orang mengalami luka-luka," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam siaran persnya, Sabtu (15/8/2026).
Jumlah korban tersebut diperolah lewat verifikasi BNPB per pukul 08.00 WIB.
"Korban luka tercatat di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo," kata dia.
Sebelumnya, BNPB sempat menyebut ada dua korban tewas akibat gempa tersebut.
Namun kemudian, BNPB meralat keterangannya karena ternyata jumlah korban tewas adalah satu orang.
Berton SP Panjaitan mengatakan peralatan jumlah korban meninggal dunia ini setelah dilakukan verifikasi pada pukul 08.00 WIB.
“Berdasarkan hasil pemutakhiran dan validasi data di lapangan hingga pukul 08.00 WIB, tercatat satu orang meninggal dunia dan empat orang mengalami luka-luka,” ujar Berton dalam keterangannya, Sabtu.
Baca juga: 5 Fakta Gempa Jogja Hari Ini: Magnitudo 4,4 Berpusat di Bantul, Ada 14 Gempa Susulan!
Berton melaporkan, korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka. BNPB menyampaikan permohonan maaf atas laporan awal yang menyebut dua orang meninggal dunia akibat musibah tersebut.
“(Kami) akan terus memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi. Saat ini, pendataan dan verifikasi terhadap korban maupun dampak lainnya masih terus dilakukan oleh BPBD bersama unsur terkait di lapangan,” ucap dia.
Sejauh ini, sebanyak 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami.
Sementara di Kota Bima tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak.
Dampak kerusakan sementara yang telah teridentifikasi meliputi dua unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dua unit rumah rusak ringan, satu gudang Bulog terdampak, tiga fasilitas umum rusak ringan, serta enam kantor pemerintahan terdampak.
“Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh BPBD bersama unsur terkait,” pungkas dia.
(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)