Gempa NTT: 8 Tewas, 2 Tertimpa Reruntuhan, Warga Masih Terjebak
Darwin Sijabat August 15, 2026 12:48 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Jerit kepanikan dan ancaman maut dari balik puing bangunan mewarnai bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. 

Hantaman gempa yang sangat kuat merobohkan banyak infrastruktur, menelan sedikitnya delapan korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan, dan mengurung sejumlah warga yang diduga kuat masih terjebak di lokasi kejadian.

Tragedi tertimpa bangunan runtuh menjadi sorotan utama dalam upaya penanganan darurat saat ini, mengingat banyak warga yang belum sempat menyelamatkan diri saat guncangan hebat terjadi pada pagi buta.

Ancaman Maut di Balik Reruntuhan

Dampak paling memilukan dari runtuhnya bangunan tercatat di Kabupaten Manggarai Timur. 

Sebanyak enam orang warga dilaporkan tewas seketika akibat tertimpa puing-puing. 

Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara kini tengah berpacu dengan waktu, mengingat kuatnya dugaan masih ada warga yang terkurung di dalam reruntuhan bangunan.

Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, mengonfirmasi data kematian tersebut, sekaligus menyampaikan kekhawatirannya akan nasib korban yang belum berhasil dievakuasi.

"Untuk sementara yang sudah pasti itu 6 orang meninggal, ini berdasarkan hasil konfirmasi langsung dengan para kepala desa," kata Agustinus, Sabtu (15/8/2026).

"Masih ada yang terjebak dalam bangunan yang runtuh akibat gempa bumi ini."

Proses penyelamatan dan pencarian warga yang terjebak kian menemui jalan buntu akibat putusnya akses vital di lokasi bencana.

"Sebagian Kepala desa juga belum bisa dikonfirmasi karena posisi listrik padam sehingga hilang sinyal apalagi potensi mendung saat ini," ujarnya pilu.

Tragedi Runtuhnya Bangunan Pelabuhan di Maumere

Nasib nahas tertimpa reruntuhan juga menimpa warga di Kabupaten Sikka. 

Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, 8 Warga Tewas dan Jalur Trans Lumpuh

Baca juga: 21 Jamaah Umroh Jambi Terlantar di Tanah Suci, Travel Gema Talbia Diduga Tak Penuhi Fasilitas

Dua orang yang tengah berada di Pelabuhan Lorens Say Maumere tak sempat menghindar ketika atap dan material bangunan pelabuhan ambruk diguncang gempa. 

Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, membeberkan kedua korban tewas merupakan calon penumpang kapal yang hendak bepergian.

"Yang satu ibu, penumpang kapal kena runtuhan bangunan meninggal, yang satunya lagi seorang bapak, orang Adonara, pasien sudah mau pulang," ungkap Simon.

Peringatan Tsunami Sempat Memperparah Kepanikan

Selain ancaman runtuhnya bangunan, kepanikan warga sempat memuncak kala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara sesaat setelah gempa terjadi.

Titik episentrum gempa yang berada di laut dengan kedalaman 15 kilometer dan berjarak 38 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo, memang memiliki daya rusak masif. 

Beruntung, BMKG kini telah resmi mencabut peringatan dini tsunami tersebut, sehingga aparat dapat berfokus penuh mengevakuasi para warga yang masih terjebak di bawah puing bangunan.

Akses Jalan Ende-Bajawa Terputus

Mengutip TribunFlores.com, gempa juga memicu tanah longsor yang menutup badan jalan Trans Flores Ende-Bajawa tepatnya di Nangaba.

"Arah Barai - Nangaba Ende akses putus total. Timbunan material longsor menutupi badan jalan. Semoga dinas atau pihak terkait segera memperbaikinya. Terima kasih," ujar seorang warga bernama Ali, Sabtu (15/8/2026).

Akibatnya, akses transportasi dari dan menuju Ende atau sebaliknya lumpuh total.

Gempa Susulan

Berdasarkan rilis yang diterima Tribunnews.com, pascagempa utama, BMKG mencatat beberapa aktivitas gempa susulan.

Gempa susulan dengan kekuatan Magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 05.13 WIB, kemudian Magnitudo 6,2 pada pukul 05.28. WIB dan Magnitudo 5,6 pada pukul 05.37 WIB. 

Sejumlah gempa susulan lainnya juga tercatat, termasuk Magnitudo 5,5. 

Berdasarkan informasi sementara, gempa-gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: 21 Jamaah Umroh Jambi Terlantar di Tanah Suci, Travel Gema Talbia Diduga Tak Penuhi Fasilitas

Baca juga: Aksi Remaja Diduga Geng Motor Bersajam di Depan WTC Kota Jambi Viral

Baca juga: Atasi Dampak Kabut Asap, ADYA Group dan IJTI Jambi Turun ke Jalan Bagikan Masker Gratis

Baca juga: AS Siapkan Isolasi Ekonomi Terparah, Pelabuhan Iran Diblokade Tanpa Batas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.