Air Mata Duwi di Balik Seragam Paskibraka Babel, Persembahan untuk Kakek Nenek dan Mendiang Ibu
Fitriadi August 15, 2026 01:25 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Duwi Vigih (16) berdiri gagah menggunakan seragam putih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejak awal hingga akhir ikrar ia tampak serius dan khidmat. 

Tetapi di balik kegagahannya itu, Duwi tak mampu membendung air mata. Tangis bahagia seketika pecah setelah prosesi ikrar selesai di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Bangka Belitung pada Jumat (14/8/2026).

Ia dipertemukan dengan kakek dan neneknya, dua sosok yang selama ini merawat dan membesarkanya sejak ibu kandungnya meninggal dunia 2024 lalu.

Momen itu terasa mengharukan, karena Duwi berbeda dengan anggota Paskibraka lain, yang didampingi kedua orangtuanya.

Ia hanya ditemani kakeknya Ridwan (65), neneknya Painah (75) dan bibinya Yana (45) yang tak lepas menatapnya dari kejauhan selama proses ikrar Paskibraka berjalan.

Dengan tangan bergetar dan isak tangis yang tak lagi terbendung, Duwi terbayang jasa kakek dan neneknya. Ia juga teringat mendiang ibunya yang ingin dirinya berhasil menjadi anggota Paskibraka. 

"Sebelumnya saya sudah berjanji dengan Almarhum mama saya untuk menjadi seorang Paskibraka. Sejak kecil, saya ingin menjadi Paskibraka, dan saya bangga bisa lulus saat ini," kata Duwi sembari merangkul erat kakek dan neneknya, saat diwawancarai Bangkapos.com di Kantor Gubernur Babel, Jumat (14/8/2026).

Remaja asal Desa Mislak Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat ini mengatakan perjuangan selama seleksi tak lepas dari dukungan dan usaha kakek dan neneknya.

"Saya berjuang demi atok (kakek) dan nenek saya, hingga saya bisa lolos Paskibraka tingkat Provinsi. Saya bangga sekali atas keberhasilan pada hari ini," kata siswa kelas 11, SMAN 1 Jebus itu.

Di tengah keterbatasan Duwi, bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Ia terus berjuang hingga terpilih menjadi anggota Paskibraka yang akan bertugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.

Terpilihnya Duwi sebagai Paskibraka menjadi pengalaman berharga sekaligus momentum untuk menatap masa depan.

"Ibu saya sudah meninggal dunia, dan bapak saya masih ada. Saya tinggal sama nenek, sejak mama meninggal dunia 2024 sampai sekarang. Saya anak kedua dari tiga saudara. Jadi saya terus latihan tidak ada hal tidak mungkin, coba terus, apapun cobaanya kita jalani terus," katanya.

Di balik tugas mengibarkan Sang Merah Putih, tersimpan harapan besar untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita.

"Jadi Paskibraka cita cita saya dari kecil, karena saya ingin masuk Akademi Kepolisian (Akpol)," kata Duwi, pria kelahiran 7 Agustus 2009 ini.

Duwi mengatakan, dirinya telah aktif mengikuti ekstrakulikuler Paskibraka di SMAN 1 Jebus, hingga mengikuti tahap pertama seleksi di kabupaten, kemudian berlanjut ke seleksi provinsi hingga akhirnya lolos. 

Dengan disiplin dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani pembinaan Paskibraka, ia semakin percaya diri untuk dapat mensukseskan pengibaran dan penurunan bendera pada 17 Agustus.

"Semoga nanti saya dan teman-teman dalam pengibaran bendera pusaka di 17 Agustus berjalan sukses, amin," harapnya.

Perjalanan Duwi menjadi bukti bahwa kehilangan orang tua atau sosok ibu, tidak harus memupus harapan seorang anak untuk memiliki masa depan lebih baik. 

Kisahnya dapat menjadi pesan ke setiap anak, apapun kondisi kehidupannya, memiliki kesempatan untuk tumbuh, berprestasi dan menentukan masa depannya sendiri.

"Saya terima kasih ke nenek dan atok saya yang selalu mensuport saya terima kasih banyak. Doakan kami sukses dalam pengibaran nanti. Semangat terus teman-teman Paskibraka tingkat provinsi," pesannya.

Doa Setiap Selesai Sholat

Painah (75) nenek Duwi, mengatakan dirinya selalu mendoakan cucunya dalam setiap solatnya. Ia mendoakan agar dapat menjadi orang sukses dan membanggakan keluarga.

"Setiap solat saya berdoa ke alhamhum mamaknya Duwi dan Duwi yang ingin jadi polisi. Jangan putus semangat terus berjuang," kata Painah didampingi suaminya, Ridwan.

Semua keperluan Duwi selalu disuport oleh kakek dan neneknya yang hari-harinya bekerja sebagai buruh tani.

"Saya yang mengasuh cucung saya ini, semoga cita-cita dia tercapai. Kami semua selalu mendoakan dia siang malam," ujar Painah.

30 Paskibraka

Sebanyak 30 pelajar terbaik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel pada Jumat (14/8/2026) sore.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Bangka Belitung, telah mengikuti prosesi sakral, yakni pengukuhan.

Para anggota Paskibraka ini, bakal bertugas melakukan pengibaran Bendera Merah Putih pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Gubernur Bangka Belitung pada Senin (17/8/2026) 

Pengukuhan dipimpin Pj Sekda Babel, Fery Afriyanto, disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Babel dan para orang tua/keluarga anggota Paskibraka.

Fery Afriyanto mengatakan, 30 anggota Paskibraka yang dikukuhkan telah melalui proses seleksi dan pembinaan. Kemudian para anggota bakal bertugas untuk mengibarkan dan menurunkan Bendera Merah Putih.

"Hari ini mereka resmi dikukuhkan sebagai Anggota Paskibraka Provinsj Babel 2026," kata Fery kepada Bangkapos.com, Jumat (14/8/2026) sore.

Fery optimis kesiapan Paskibraka bersama para pelatih menjadi modal penting untuk menyukseskan upacara kemerdekaan.

"Semoga mereka sukses dan fit dalam menjalankan tugas nanti pada tanggal 17 Agustus 2026," katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan pengalamannya bertahun-tahun mengikuti upacara 17 Agustus, Paskibraka Provinsi Babel selalu mampu menuntaskan tugas dengan baik baik saat upacara menaikan dan menurunkan bendera.

"Kita sudah selesai melaksanakan sejumlah persiapan. Nanti Inspektur kenaikan bendera Gubernur Babel, dan penurunan nanti Kapolda Babel," ujarnya.

Di akhir, pengukuhan para anggota Paskibraka saling bersalaman dengan sejumlah kepala OPD, kemudian mereka berfoto bersama dengan para pejabat dan orang tua serta kelurga.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.