Bupati Arief Rohman Ajak Swasta Ikut Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Blora
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora, terus melakukan penanganan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, penanganan kekeringan membutuhkan sinergi dan gotong royong dari berbagai pihak agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Pemkab Blora telah melakukan pemetaan terhadap kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah terdampak dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BAZNAS, PMI hingga pihak swasta.
"Selama hampir dua bulan ini dropping air terus kami lakukan dan diperkirakan kebutuhan tersebut masih berlangsung hingga September. Kami sudah memetakan kebutuhan di lapangan dan bersama-sama memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," jelas Arief, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, sejumlah kecamatan di Kabupaten Blora saat ini telah mengalami dampak kekeringan.
Ia berharap musim kemarau tidak berlangsung terlalu panjang sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh sumber air secara normal.
“Ada beberapa kecamatan di Kabupaten Blora yang memang sudah mengalami kekeringan. Mudah-mudahan kemarau ini tidak sampai berlarut panjang,” katanya.
Bupati Arief juga mengajak perusahaan dan sektor swasta untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat terus dilakukan.
“Mengingat kondisi kemarau diperkirakan masih cukup panjang, diperlukan kepedulian dan gotong royong dari semua pihak untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Blora, Suparji, mengatakan penanganan kekeringan masih akan terus dilakukan.
Pasalnya, musim kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang.
Saat ini, penanganan bencana kekeringan berada dalam kondisi siaga darurat dan sedang dalam proses tanggap darurat.
“Jadi nanti kita sampai mungkin bulan Oktober, November, Desember diperkirakan kemarau masih sampai bulan Desember,” terang Suparji.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi fenomena cuaca yang disebutnya sebagai El Nino Godzilla.
Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD Blora terus menyiapkan distribusi atau dropping air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Kita siap siaga dengan dropping air bersih terus ini,” katanya.
BPBD Blora juga telah melakukan mitigasi dan asesmen terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, terdapat sekitar 148 desa yang berpotensi terdampak kekeringan di Kabupaten Blora.
“Hasil asesmen terdapat sekitar 148 desa yang berpotensi terdampak kekeringan di Kabupaten Blora,” paparnya.(Iqs)