Buruh Pasar Legi Kaget Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Per Kg, di Solo Sekarung Rp 10 Ribu
muslimah August 15, 2026 02:11 PM

Buruh Pasar Legi Kaget Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Per Kg, di Solo Sekarung Rp 10 Ribu

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gini (53), buruh pengupas bawang yang sehari-hari bekerja di Pasar Legi, Kota Solo, kaget ketika mengetahui upah Rp700.000 untuk setiap kilogram bawang yang dikupas.

Ia penasaran di pasar mana ada hal seperti itu.

"Pasar mana itu? Tidak mungkin," kata Gini, Sabtu (15/8/2026).

Diketahui, dalam pidato kenegaraan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berbicara mengenai hal tersebut.

Baca juga: Perampokan SPBU Selokromo Wonosobo Direncanakan Matang, Pelaku Sempat Gladi Resik dan Bagi Peran

Ia memperkenalkan seorang buruh harian asal Kabupaten Bogor bernama Susanah yang hadir langsung dalam sidang tersebut.

Sebagai buruh pengupas bawang, Susanah disebut menerima Rp700.000 per kilogram.

Di Pasar Legi Solo, buruh pengupas bawang justru mengaku menerima upah jauh berbeda.

"Kalau di Solo ini hitungannya bukan satu kilogram. Tetapi satu karung krawang. Jadi hitungannya satu karung krawang itu Rp10 ribu, bukan kiloan," kata Gini, 

Di Pasar Legi Solo, Gini menyebut sistem pembayaran tidak dihitung berdasarkan kilogram. Para buruh dibayar berdasarkan jumlah karung bawang yang berhasil mereka kupas.

Satu Karung Lebih dari 20 Kilogram

Gini kemudian menunjukkan karung krawang yang biasa digunakan untuk membawa bawang di Pasar Legi.

Menurutnya, satu karung tersebut dapat berisi lebih dari 20 kilogram bawang. Namun, buruh hanya mendapatkan bayaran Rp10.000 untuk setiap karung yang diselesaikan.

"Satu karung ini isinya kurang lebih 20 kilo lebih. Tidak ada per kilo di sini, jadi satu karung seperti ini Rp10 ribu," ujarnya.

Gini mengatakan dirinya selama ini khusus mengupas bawang putih. Ia belum mengetahui secara pasti apakah sistem pembayaran yang sama juga berlaku bagi buruh pengupas bawang merah.

"Kalau bawang merah saya kurang tahu. Kemungkinan juga sama. Saya cuma bawang putih saja ngupasnya," katanya.

Pekerjaan tersebut telah dijalani Gini sekitar tiga tahun. Setiap hari, ia datang langsung ke Pasar Legi untuk mencari pekerjaan.

Gini mengambil satu karung krawang bawang dari gudang milik seseorang, kemudian membawanya untuk dikupas.

Menurutnya, pekerjaan itu tidak dilakukan karena adanya panggilan khusus. Para buruh pengupas bawang datang sendiri ke pasar untuk mencari pekerjaan yang tersedia.

"Semua pengupas bawang di sini harganya sama, Rp10 ribu per karung," jelasnya.

Sehari Hanya Mampu Tiga Karung

Gini biasanya mulai bekerja sejak pagi hingga sore hari. Namun, jumlah bawang yang mampu diselesaikannya setiap hari tidak selalu sama.

Dalam kondisi normal, ia mengaku hanya mampu menyelesaikan sekitar tiga karung bawang dalam sehari.

Dengan tarif Rp10.000 per karung, penghasilan yang diperoleh Gini sekitar Rp30.000 sehari.

Angka tersebut terpaut sangat jauh dari upah Rp700.000 per kilogram yang disebut Prabowo dalam pidatonya.

Meski demikian, perbedaan angka tersebut belum serta-merta menunjukkan adanya kesalahan.

Sistem pembayaran, lokasi kerja, jenis bawang, maupun mekanisme pekerjaan antara Susanah dan buruh di Pasar Legi Solo perlu dilihat lebih lanjut.

Bagi Gini, yang selama ini bekerja sebagai buruh pengupas bawang di Pasar Legi, sistem yang ia jalani cukup jelas: bawang dikupas berdasarkan karung dan upah diberikan sesuai jumlah karung yang berhasil diselesaikan.

Pernyataan tersebut Prabowo saat pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan seorang buruh harian asal Kabupaten Bogor bernama Susanah yang hadir langsung dalam sidang tersebut.

Prabowo menyebut Susanah bekerja sebagai buruh harian dengan pekerjaan mengupas bawang.

Presiden mengatakan Susanah memperoleh upah Rp700.000 per kilogram.

"Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo dalam pidatonya. (TribunSolo.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.