TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan seorang penumpang KM Bukit Siguntang yang sebelumnya dilaporkan jatuh atau melompat dari kapal di Perairan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Korban ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 10.35 Wita.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita, mengatakan korban ditemukan di sekitar alur pelayaran Balikpapan, tepatnya di sekitar Buoy 11.
Lokasi penemuan korban berjarak sekitar 1,4 kilometer dari titik awal korban terakhir terlihat atau diduga jatuh dari KM Bukit Siguntang.
"Perkembangan hari ini, hasil pencarian dari unsur Tim SAR Gabungan tepat pada pukul 10.35 Wita, korban berhasil kita temukan di sekitar alur pelayaran Balikpapan, tepatnya di sekitar B11," ujar Endrow.
Baca juga: Tangis Keluarga Pecah di Tengah Pencarian Bocah 11 Tahun yang Tenggelam di Pantai Kemala Balikpapan
Korban kemudian langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut.
Endrow mengatakan, berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan pada jenazah, pihaknya memastikan korban yang dievakuasi merupakan orang yang selama tiga hari terakhir dicari oleh Tim SAR Gabungan.
"Dan saat ini korban sudah berhasil dievakuasi dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut," katanya.
Meski demikian, proses identifikasi secara lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan identitas korban.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sebelumnya, operasi SAR dilakukan setelah seorang penumpang laki-laki KM Bukit Siguntang diduga jatuh atau melompat ke laut saat kapal dalam perjalanan dari Balikpapan menuju Parepare pada Kamis 13 Agustus 2026 sekitar pukul 05.00 Wita.
Baca juga: Hari Ketiga, Tim SAR Sisir Perairan Balikpapan ke 247 Mil Laut Cari Penumpang KM Bukit Siguntang
Informasi kejadian diterima Kantor SAR Balikpapan sekitar pukul 05.40 Wita dari Kepanduan Balikpapan melalui radio.
Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan kemudian bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit Rigid Bouyancy Boat (RBB) berukuran 12 meter dari Pelabuhan Somber.
Dalam pencarian awal, Tim SAR memperoleh informasi dari sebuah tugboat yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Awak tugboat tersebut sempat melihat seseorang dalam kondisi terapung di sekitar perairan.
Namun, upaya pertolongan tidak dapat dilakukan karena kondisi gelombang saat itu cukup tinggi, yakni sekitar 1 hingga 1,5 meter. Korban kemudian kembali tidak terlihat.
Memasuki hari ketiga, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian hingga 247 nautical mile persegi dengan sejumlah metode, salah satunya penyisiran di permukaan.
Pencarian melibatkan Basarnas, Polair, TNI Angkatan Laut (TNI AL), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), BPBD, serta potensi SAR lainnya.
Setelah korban ditemukan, jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Operasi SAR gabungan resmi ditutup. (*)