Perkuat UMKM, Dosen dan Mahasiswa Unsika Kembangkan Produk Bandeng dan Mangrove di Pesisir Karawang
dipaanggara August 15, 2026 01:15 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KARAWANG - Potensi ikan bandeng dan tanaman mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Karawang dikembangkan menjadi berbagai produk olahan untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat.

Pengembangan tersebut dilakukan dosen dan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada 7-8 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung di Poklahsar Sumber Jaya Ikan, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, serta GAPOKAN Pantai Barokah, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon.

Program tersebut merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan (PBK), melalui Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) Tahun 2026.

Pendanaan kegiatan berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.

Tim pengabdian mengembangkan dua potensi utama wilayah pesisir, yakni ikan bandeng dan mangrove jenis kapidada (Sonneratia spp.).

Potensi tersebut dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat apabila diolah dan dikembangkan melalui teknologi yang tepat.

Kabupaten Karawang memiliki luas wilayah 1.913,71 kilometer persegi yang terdiri atas 30 kecamatan.

Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon menjadi bagian dari wilayah pesisir yang memiliki potensi perikanan dan hutan mangrove.

Cilamaya Wetan memiliki wilayah pertanian dan perikanan sekitar 22,62 persen dari luas wilayah 69,66 kilometer persegi.

Sedangkan Cilamaya Kulon memiliki potensi perikanan dan wisata pantai dengan mangrove pasir putih seluas sekitar 20 hektare.

Selain itu, tambak bandeng di Kabupaten Karawang tersebar sekitar 18 ribu hektare di sembilan kecamatan.

Potensi tersebut menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir yang umumnya bekerja sebagai petani, nelayan, buruh, maupun pelaku usaha mikro.

Namun, potensi sumber daya lokal tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan kemampuan diversifikasi produk.

Poklahsar Sumber Jaya Ikan dan GAPOKAN Pantai Barokah masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, peralatan pengolahan, serta pemanfaatan teknologi.

Sebelum program pengabdian dilaksanakan, produk yang dihasilkan masih terbatas, antara lain bandeng presto dan dodol mangrove dengan kemasan sederhana.

Melalui kegiatan PM-UPUD, tim Unsika memberikan pendampingan mulai dari survei dan diskusi, persiapan, praktik pembuatan produk, sosialisasi dan pelatihan, pendampingan kelompok, hingga monitoring dan evaluasi.

Pada Poklahsar Sumber Jaya Ikan, tim mengembangkan diversifikasi produk berbahan dasar ikan bandeng.

Hasilnya, kelompok tersebut menghasilkan abon ikan bandeng, fish roll ikan bandeng, nugget ikan bandeng dan kerupuk ikan bandeng.

Sementara itu, GAPOKAN Pantai Barokah mengembangkan produk berbahan dasar mangrove kapidada. Produk yang dihasilkan berupa dodol mangrove, selai mangrove, mangrove nastar atau Rovestar, serta sirup mangrove.

Tim pelaksana diketuai Dr. Ekalia Yusiana, S.P., M.Sc dari Unsika, dengan anggota Yeni Sari Wulandari, S.P., M.P dan I Ketut Manu Mahatmayana, S.P., M.Si dari Unsika serta Dr. Sri Herliana dari Institut Teknologi Bandung.

Kegiatan tersebut turut melibatkan mahasiswa Unsika Muhammad Faisal Tanjung, Dina Hardiyanti, Aziza Zuriah Gitari dan Siti Nur Alifah.

Pengembangan berbagai produk olahan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang usaha masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas perikanan dan mangrove.

Selain memperkuat kewirausahaan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM berbasis potensi lokal dan mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Karawang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.