Sidak Gabungan Ciduk Mobil Panther Modifikasi Tangki 1.000 Liter Antre BBM Subsidi di Aceh
Muliadi Gani August 15, 2026 01:50 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Tim Sidak Gabungan Pemerintah Aceh menciduk sebuah mobil Isuzu Panther yang nekat memodifikasi tangki bahan bakar minyak (BBM) hingga berkapasitas 1.000 liter.

Kendaraan berukuran ekstra tersebut kedapatan sedang mengantre BBM bersubsidi di SPBU Lhong Raya, Aceh Besar, Jumat (14/8/2026).

Inspeksi mendadak ini digelar guna membongkar dugaan penyalahgunaan solar subsidi sekaligus mengurai antrean panjang yang kerap mengular di berbagai SPBU di wilayah Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengonfirmasi bahwa saat disergap, mobil tersebut sudah dimodifikasi sedemikian rupa menggunakan tangki raksasa serta dilengkapi pompa penyedot khusus.

"Pemerintah Aceh mendukung proses penegakan hukum agar praktik penyalahgunaan BBM subsidi dapat dihentikan secara tuntas," tegas Nurlis.

Tak hanya tangki 'siluman', tim gabungan juga menyita sejumlah pelat nomor kendaraan palsu dengan seri berbeda serta beberapa barcode QR resmi yang digunakan secara bergantian untuk mengelabui petugas pengisian.

Pengemudi atau sopir armada penimbun beserta seluruh barang bukti kini telah diserahkan ke Polda Aceh untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.

Nurlis menegaskan kembali pesan kuat dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem yang meminta seluruh jajaran memastikan penyaluran solar maupun pertalite subsidi tepat sasaran.

"BBM subsidi adalah hak masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, penyalahgunaan harus ditindak dan mata rantainya harus ditelusuri sampai ke akar-akarnya," ujar Nurlis.

Baca juga: Mualem Bentuk Tim Khusus Usut Kelangkaan Semen dan BBM di Aceh

Baca juga: Peringati Hari Damai Aceh, Mualem Ajak Semua Pihak Terus Merawat Perdamaian untuk Generasi Penerus

Pemicu Utama Antrean Ular di SPBU

Secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, memberikan apresiasi atas kesigapan tim gabungan dalam menindak praktik kecurangan dalam menertibkan penyalahgunaan BBM subsidi yang dinilai turut memicu antrean panjang di SPBU.

Menurutnya, ulah oknum penimbun inilah yang menjadi biang kerok kelangkaan dan kemacetan di SPBU.

"Temuan ini membuktikan bahwa penyalahgunaan dan penimbunan BBM subsidi diduga kuat menjadi salah satu faktor utama pemicu antrean panjang yang merugikan masyarakat umum," ungkap Nasir.

Sementara itu, Koordinator Tim Sidak sekaligus Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Izra, menyoroti pentingnya pengetatan pengawasan hingga ke level operator SPBU.

Robby mengimbau para petugas pengisian di lapangan untuk lebih peka terhadap transaksi yang mencurigakan, seperti pengisian BBM berulang kali atau kendaraan dengan kapasitas yang tidak wajar.

"Kita tidak hanya ingin menindak pelanggaran, tetapi juga memastikan penyebab pasti antrean di setiap SPBU dapat teridentifikasi.

Pengawasan ketat berbasis kondisi lapangan akan terus kita jalankan secara berkala," pungkas Robby.

Karena itu, SPBU yang masih mengalami antrean perlu terus dipantau dan dilaporkan agar penanganannya berbasis kondisi di lapangan,” jelasnya.

(Serambinews.com/Rianza Alfandi)

Baca juga: Pasokan BBM Berangsur Normal, Antrean Kendaraan di SPBU Kota Langsa Mulai Berkurang

Baca juga: Ladang Ganja 4 Hektare di Aceh Utara Dimusnahkan, Polisi Buru Pemilik dan Pengelola

Baca juga: Terperosok Lubang Tergenang Air, Truk Pengangkut 24 Drum BBM Terbalik di Jalan Meulaboh-Tutut

Sumber: SerambiNews.com

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.