Kata Kasatpol PP Pontianak, Ahmad Sudiyantoro Masalah Anak Buahnya Dikejar Warga Tertibkan Layangan
Syahroni August 15, 2026 04:27 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak, Ahmad Sudiyantoro, angkat bicara terkait video viral di media sosial yang dinarasikan sebagai dugaan pengeroyokan terhadap anggota Satpol PP saat melakukan penertiban permainan layang-layang.

Ahmad menegaskan, narasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Ia menyebut insiden yang terjadi saat penertiban di wilayah Pontianak Barat merupakan kesalahpahaman dan kepanikan sesaat, bukan pengeroyokan terhadap petugas.

Hal itu disampaikan Ahmad saat dikonfirmasi pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca juga: Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan Beri Peringatan Keras Soal Bahaya Layangan

Ia memastikan seluruh anggota Satpol PP yang bertugas telah kembali ke kantor dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka akibat kekerasan.

"Sampai di kantor masih baik, nggak ada bukti kekerasan segala macam ndak ada," tegas Ahmad.

Menurutnya, persoalan tersebut juga telah diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan, sejumlah warga yang bermain layang-layang datang ke kantor Satpol PP untuk membicarakan kejadian tersebut secara baik-baik.

"Kawan-kawan yang main kelayang pun ada ke kantor, ndak ada masalah. Santai kita ngomong baik-baik," ujarnya.

Berawal dari Kesalahpahaman Saat Penertiban

Ahmad menjelaskan, penertiban permainan layang-layang dilakukan karena adanya laporan masyarakat mengenai aktivitas tersebut di sejumlah lokasi.

Operasi itu melibatkan Satpol PP bersama jajaran TNI dan Polri. Beberapa titik yang menjadi sasaran penertiban berada di wilayah Pontianak Barat, di antaranya Jeruju, Gudang Pasir, Pal Lima, Perumnas Tiga hingga kawasan jalan pemakaman.

Gesekan terjadi ketika salah seorang petugas berupaya menurunkan layang-layang yang terbang cukup tinggi. Proses tersebut membutuhkan waktu karena posisi layang-layang berada cukup jauh.

Kondisi itu kemudian disalahartikan oleh warga yang melihat dari kejauhan. Mereka mengira petugas tersebut sedang bermain layang-layang.

"Teman yang satu tuh yang nurunin kelayang tuh emang agak lama, kelayangnya tinggi, nah dikira main kelayang lah," jelas Ahmad.

Kesalahpahaman tersebut kemudian memicu sorakan dari sejumlah warga. Salah seorang anggota Satpol PP yang berada di lokasi merasa panik dan memilih berlari menjauh dari kerumunan.

Sementara anggota lainnya masih berada di lokasi dan, menurut Ahmad, tidak mendapatkan perlakuan kasar dari warga.

"Karena panik staf saya, jadi ya kabur. Sementara yang lain masih di sana, nggak diapa-apain," katanya.

Layang-layang Disobek Atas Permintaan Warga

Terkait video yang memperlihatkan layang-layang disobek-sobek di lokasi, Ahmad mengatakan tindakan tersebut dilakukan atas permintaan warga.

Menurutnya, muncul kekhawatiran dari masyarakat bahwa layang-layang hasil penertiban akan dibawa pulang dan kemudian dijual kembali. Karena itu, warga meminta barang tersebut dimusnahkan di lokasi.

"Mereka minta sobek, jadi layangan tuh barang bukti jangan bawa ke kantor. Asumsi mereka nanti kita jual lagi, makanya mereka mempersilakan disobek," ungkapnya.

Ahmad menilai reaksi emosional warga saat penertiban merupakan hal yang dapat dipahami. Namun, ia memastikan tidak ada tindakan kekerasan terhadap anggota Satpol PP.

Penertiban Layang-layang Tetap Berlanjut

Meski sempat terjadi kesalahpahaman dan videonya viral di media sosial, Satpol PP Kota Pontianak memastikan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut.

Namun, penertiban permainan layang-layang tetap akan dilakukan. Langkah itu disebut sebagai upaya menjalankan Peraturan Daerah tentang ketertiban umum sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.

Ahmad mengatakan, penertiban dilakukan menyusul banyaknya laporan serta adanya risiko permainan layang-layang yang dapat membahayakan pengguna jalan.

"Dengan banyaknya laporan masyarakat, adanya korban jiwa, luka berat, luka ringan, kita tetap menegakkan perda tibum untuk permainan kelayang," tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat ikut menjaga ketertiban dan melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Menurut Ahmad, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar Pontianak tetap menjadi kota yang aman dan tertib.

"Kami tetap menerima masukan dan saran daripada masyarakat dan menindaklanjuti semua laporan masyarakat. Bagaimana Kota Pontianak bisa tertib, bisa aman, tidak ada korban dari permainan layang-layang lagi," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.