Kopi Wonosalam Jombang Tembus Juara II Kompetisi Asia Tenggara
Titis Jati Permata August 15, 2026 05:05 PM

 

SURYA.co.id, JOMBANG – Aroma kopi dari lereng Gunung Anjasmoro, Wonosalam, Jombang, kini tak hanya dikenal di tingkat lokal.

Kopi Excelsa/Liberica yang dibudidayakan petani setempat berhasil menembus persaingan kopi Asia Tenggara dan meraih posisi Juara II South East Asia Green Coffee Competition (SEAGCC) 2026.

Prestasi tersebut diraih Agus Abdullah, pengusaha kopi asal Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Capaian itu sekaligus membawa nama kopi Wonosalam ke panggung kompetisi kopi tingkat regional.

Bagi Agus, keberhasilan tersebut bukan sekadar penghargaan.

Baca juga: Wiwit Kopi Segunung Jombang, Tradisi Syukur Saat Musim Panen Tiba

Prestasi itu menjadi bukti bahwa kopi varietas Excelsa atau Liberica dari perkebunan masyarakat di lereng Gunung Anjasmoro memiliki kualitas dan karakter yang mampu bersaing dengan kopi dari negara-negara Asia Tenggara.

Kopi Wonosalam Bersaing dengan 9 Negara ASEAN

Agus mengatakan SEAGCC 2026 diikuti sembilan negara ASEAN, yakni Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam.

“Tahun ini, SEAGCC diikuti sembilan negara ASEAN,” ujar Agus kepada Tribunjatim.com, Sabtu (15/8/2026).

Perjalanan kopi Excelsa/Liberica Wonosalam menuju kompetisi tersebut dimulai dari Indonesia Green Coffee Competition (IGCC) 2026.

Dalam kompetisi tingkat nasional itu, kopi Indonesia dinilai berdasarkan sejumlah kategori, termasuk Arabika, Robusta, dan Liberica. Kopi Excelsa/Liberica asal Wonosalam kemudian terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang tingkat Asia Tenggara.

Biji kopi yang berasal dari perkebunan masyarakat di Desa Panglungan selanjutnya bersaing dengan kopi dari negara-negara peserta SEAGCC 2026.

Hasilnya, kopi Wonosalam berhasil menempati posisi kedua.

Excelsa/Liberica Punya Karakter Rasa Berbeda

Menurut Agus, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Excelsa/Liberica memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas unggulan kopi Indonesia.

Selama ini, Arabika dan Robusta lebih banyak dikenal oleh konsumen. Namun, Excelsa atau Liberica memiliki karakter rasa tersendiri yang dapat menjadi daya tarik di pasar kopi.

“Menurut kami, Excelsa atau Liberica memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dari dua varietas kopi yang lebih populer,” kata Agus.

Keunikan karakter tersebut dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing kopi Wonosalam, terutama jika diikuti dengan peningkatan kualitas mulai dari budidaya hingga proses pascapanen.

Prestasi Kopi Wonosalam Jadi Harapan Petani

Bagi masyarakat Wonosalam, kopi bukan sekadar komoditas. Tanaman kopi menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat yang tinggal di kawasan lereng Gunung Anjasmoro.

Karena itu, keberhasilan di SEAGCC 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian dalam sebuah kompetisi.

Prestasi tersebut juga diharapkan membuka jalan bagi kopi Wonosalam untuk semakin dikenal di pasar yang lebih luas.

Agus berharap capaian ini menjadi momentum bagi petani dan pelaku usaha kopi untuk terus meningkatkan kualitas, mulai dari proses budidaya, pemanenan, hingga pengolahan biji kopi.

Dengan kualitas yang semakin baik, kopi lokal Wonosalam diharapkan memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh para petani.

“Harapannya ke depan kopi Indonesia, terutama varietas Liberica/Excelsa, makin berkualitas, makin dikenal di kancah internasional, dan bisa meningkatkan taraf hidup petani kopi,” pungkas Agus.

Juara II SEAGCC 2026 pun menjadi pijakan baru bagi kopi Excelsa/Liberica Wonosalam.

Dari perkebunan masyarakat di lereng Gunung Anjasmoro, kopi khas Jombang kini memiliki peluang semakin besar untuk dikenal penikmat kopi dan pelaku industri, baik di Indonesia maupun pasar internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.