Data Terbaru Gempa Flores, 56 Orang Jadi Korban, 33 Orang di Antaranya Meninggal
Noval Andriansyah August 15, 2026 05:39 PM

Tribunlampung.co.id, Flores - Data terbaru dampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat sebanyak 56 orang menjadi korban.

Baca juga: Korban Gempa Maumere NTT Bertambah, 3 Orang Tewas Tertimpa Reruntuhan di Pelabuhan

Dari total korban kebencanaan tersebut, sebanyak 33 jiwa dilaporkan meninggal dunia, akibat tertimpa reruntuhan bangunan pada Sabtu (15/8/2026).

Guncangan gempa dahsyat yang bersumber dari aktivitas zona sesar Flores Back-Arc Thrust ini terjadi sekira pukul 05.58 WITA dan sempat memicu potensi tsunami.

Gubernur NTT Melkiades Laka Lena mengonfirmasi langsung penambahan jumlah korban jiwa sewaktu meninjau lokasi terdampak parah di Kabupaten Sikka.

Daftar korban jiwa tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 14 orang, Kabupaten Ngada 11 orang, Kabupaten Sikka 3 orang, dan Kabupaten Manggarai Barat 1 orang.

Penanganan Korban Luka dan Bantuan BNPB

Selain menelan puluhan korban jiwa, musibah gempa bumi ini juga menyebabkan 23 warga mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif.

Para korban luka saat ini tengah mendapat penanganan medis darurat di sejumlah puskesmas serta rumah sakit rujukan di area NTT.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Menko PMK Pratikno dijadwalkan langsung meluncur ke titik lokasi bencana di Kabupaten Nagekeo.

"Data sementara ada 33 orang meninggal dunia. Tim penanganan darurat langsung dikerahkan untuk pendataan dan penanganan korban," ujar Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Sabtu (15/8/2026), dilansir Tribunnews.com.

Mobilisasi Udara dan Pemenuhan Logistik

Satu unit helikopter tempur evakuasi diterjunkan langsung oleh BNPB guna menembus akses antar-pulau dan mempercepat penyaluran logistik kebencanaan.

Langkah percepatan penanganan darurat terus diprioritaskan mengingat kondisi geografis wilayah NTT yang memerlukan penanganan ekstra di lapangan.

Hingga Sabtu sore, petugas gabungan masih terus melakukan kaji cepat dan pendataan nilai kerusakan bangunan secara menyeluruh di berbagai daerah terdampak.

Sempat Terdeteksi Tsunami

Gempa di Flores, NTT, sempat memicu peringatan dini tsunami.

Namun, setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB. 

Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, masyarakat tetap diminta waspada karena gempa susulan kemungkinan masih terjadi.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama menjelaskan, gempa dangkal tersebut bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Pergerakan sesar naik atau thrust fault menyebabkan guncangan kuat sekaligus memunculkan potensi tsunami.

BMKG kemudian mencatat gelombang tsunami tiba di sejumlah wilayah pesisir.

Gelombang tertinggi yang terpantau mencapai 0,94 meter di Maurole-Ende pada pukul 05.27 WIB. 

Data BMKG juga mencatat gelombang 0,38 meter di Pelabuhan Kewapante-Sikka, 0,36 meter di Labuan Bajo, 0,30 meter di Baubau, serta 0,54 meter di Bulukumba. 

Titik lainnya yakni Sikka dengan ketinggian 0,20 meter, Flores Timur 0,25 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, dan Kolaka 0,23 meter.

Nelly memastikan kondisi muka air laut kemudian tidak lagi menunjukkan kenaikan yang membahayakan.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Nelly dalam keterangannya, Sabtu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.