Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABARID, CIREBON- Kabupaten Cirebon ternyata menyimpan 'harta karun' dari laut yang nilainya tidak sedikit.
Sepanjang 2025, produksi perikanan tangkap di wilayah ini mencapai 37.163,88 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,22 triliun.
Potensi besar tersebut kini terus didorong agar tidak berhenti sebagai komoditas hasil tangkapan, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar).
Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon yakni memperluas akses pasar melalui bazar perikanan yang mempertemukan langsung pelaku usaha dengan konsumen, belum lama ini.
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo mengatakan, bazar rutin digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperluas pemasaran produk perikanan lokal.
“Bazar rutin kami laksanakan. Melalui program ini kami ingin meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, memperluas pemasaran produk UMKM perikanan, sekaligus memperkuat perekonomian pelaku usaha perikanan lokal,” ujar Sudiharjo saat diwawancarai media, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar.
Baca juga: Pedagang Bendera di Cirebon Sepi Pembeli Menjelang 17 Agustus, H-2 Stok Masih Menumpuk
Potensi tersebut perlu terus dioptimalkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Dalam bazar, masyarakat tidak hanya menemukan ikan segar.
Beragam produk perikanan ditawarkan, mulai dari hasil budidaya, frozen seafood, hingga aneka makanan olahan.
Produk tersebut di antaranya bakso ikan, abon, kerupuk, ikan pindang, sambal ikan, terasi, keripik, pepes, serta berbagai produk inovatif lainnya.
Rajungan Jadi Primadona
Besarnya potensi perikanan Cirebon juga terlihat dari komoditas yang memberikan kontribusi ekonomi terbesar.
Sudiharjo menyebut rajungan menjadi salah satu komoditas unggulan dengan produksi mencapai 5.775,44 ton dan nilai ekonomi sekitar Rp404,28 miliar.
Setelah rajungan, kontribusi ekonomi juga berasal dari udang dogol yang mencapai sekitar Rp133,41 miliar dan udang jerbung sekitar Rp87,65 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa laut Cirebon bukan sekadar sumber bahan pangan, tetapi juga menjadi salah satu penggerak roda ekonomi masyarakat.
Baca juga: KPU Cirebon Ungkap Perubahan Data Pemilih: 5.417 Warga Baru Masuk, 1.592 Nama Keluar
Di sektor hilir, potensi tersebut kembali berkembang melalui pengolahan hasil perikanan.
DKPP mencatat produksi olahan hasil perikanan Kabupaten Cirebon sepanjang 2025 mencapai 12.884,72 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp444,23 miliar.
Produksi tersebut didominasi penanganan produk segar, pemindangan, dan pembekuan.
Sudiharjo mengatakan, pengembangan sektor hilir menjadi penting agar hasil perikanan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
"Dengan pengolahan dan pemasaran yang semakin luas, pelaku UMKM diharapkan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih besar," ucapnya. (*)