Pendaftaran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Dibuka: Simak Kategori, Kuota, dan Syaratnya
Pipit Maulidya August 15, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 resmi dimulai. Gelaran bergengsi tahun ini hadir dengan cakupan yang lebih luas, memberikan kesempatan bagi grup jaranan dari berbagai penjuru tanah air untuk unjuk bakat di Bumi Menak Sopal.

Koordinator FJTT 2026, Rhesajaya, mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat tiga kategori utama yang diperlombakan. Kategori tersebut dirancang untuk merangkul berbagai tingkatan usia, mulai dari pelajar hingga kategori umum tingkat nasional.

Daftar Kategori Festival Jaranan Trenggalek 2026

Pembagian kategori dalam FJTT 2026 dibagi menjadi tiga kelompok besar, yakni:

  • Festival Turonggo Yakso Bocah dan Remaja: Menyasar tingkat sekolah dasar (SD/MI) hingga menengah (SMP/MTs).
  • FJTT Kategori Turonggo Yakso Umum (Nasional): Terbuka untuk peserta SMA dan umum dari seluruh Indonesia.
  • Kategori Non-Turonggo Yakso Umum (Nasional): Wadah bagi kesenian jaranan di luar pakem Turonggo Yakso.

"Untuk kategori yang dilombakan ada Festival Jaranan Turonggo Yakso tingkat bocah dan remaja. Di dalamnya ada SD atau MI, lalu SMP atau MTs," ujar Rhesajaya kepada media, Sabtu (15/8/2026).

Untuk kategori umum dan SMA, panitia menegaskan bahwa kompetisi ini sudah berskala nasional. Artinya, peserta tidak hanya terbatas dari wilayah Jawa Timur saja.

"Untuk yang tingkat umum dan SMA kita membuka bebas dan tidak hanya di Jawa Timur. Ini kelasnya sudah nasional, jadi dari mana saja boleh bergabung dengan kami," ulas alumnus Universitas Negeri Surabaya tersebut.

Baca juga: Panduan Wisata dan Harga Tiket Wahana Air di Pantai Mutiara Trenggalek

Kuota Terbatas dan Ketentuan Durasi Tampil

Meski terbuka untuk umum, panitia FJTT 2026 menerapkan pembatasan kuota demi menjaga kualitas penyelenggaraan. Berikut detail kuotanya:

  • Kategori Bocah & Remaja: 15 kuota per kategori.
  • Kategori Umum & SMA: 17 kuota per kategori.

Selain kuota, durasi pementasan juga diatur secara ketat.

"Peserta kategori bocah dan remaja diberi waktu tampil maksimal delapan menit," papar Rhesajaya.

Mengingat antusiasme yang tinggi, ia menyarankan agar tim yang berminat segera mendaftarkan diri.

"Yang pertama, segeralah mendaftar karena kuotanya sangat-sangat terbatas," tegasnya.

Persiapan Matang dan Program "Samboja"

Hingga saat ini, persiapan fisik dan teknis FJTT 2026 dilaporkan telah mencapai 45 persen.

Sebagai rangkaian pra-acara, panitia telah sukses menggelar Sambang Bolo Jaranan (Samboja) di enam kecamatan di Trenggalek.

Program Samboja ini bertujuan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya belum mengirimkan perwakilan, sekaligus menjadi sarana riset budaya. Melalui diskusi dengan para sesepuh dan pegiat lokal, panitia menemukan banyak data sejarah baru.

Mengangkat Identitas Agraris Trenggalek

Tahun ini, FJTT 2026 mengusung misi besar untuk memperkuat identitas lokal Trenggalek melalui kesenian Turonggo Yakso.

Unsur visual seperti motif bunga sulur dan bunga cengkeh akan mendominasi materi publikasi sebagai representasi daerah agraris.

"Di tahun ini kita lebih menekankan pada identitas Kabupaten Trenggalek, khususnya Jaranan Turonggo Yakso. Harapannya kami juga mengangkat identitas Trenggalek sebagai kabupaten yang agraris," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.