Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Mencari pekerjaan setelah lulusan kuliah ternyata tak selalu semudah mendapatkan ijazah.
CV dikirim berkali-kali, lamaran dimasukkan ke berbagai perusahaan, tetapi telepon yang ditunggu tak kunjung berdering.
Kisah itu dialami Inggrid Puspita, lulusan Politeknik Negeri Ambon (Polnam) jurusan Akuntansi tahun 2023.
Inggrid kembali mencoba peruntungan dalam kegiatan yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, berlangsung di ruang Aula Politeknik Negeri Ambon di Jalan Ir. M. Putuhena, Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (15/8/2026).
Ini bukan pengalaman pertama baginya.
Sebelumnya, Inggrid pernah mengikuti kegiatan serupa di SMK Negeri 1 Ambon pada Agustus 2025 lalu.
Saat itu, sekitar 10 perusahaan menjadi tempat ia memasukkan lamaran.
Perusahaan yang dituju pun beragam, mulai dari jasa keuangan, perhotelan, telekomunikasi, hingga jasa profesional.
Namun, hingga kini masuk setahun sudah belum ada panggilan maupun jawaban dari perusahaan-perusahaan tersebut.
“Beta sudah dua kali ikut kegiatan Job Fair. Pertama itu di SMK 1, beta ikut saat itu kurang lebih ada 10 perusahaan yang beta kasih masuk. Tapi sampai saat ini 10 perusahaan yang coba dimasukkan lamaran itu tidak ada panggilan apapun atau balasan apapun,” ujar Inggrid saat diwawancarai reporter TribunAmbon.com.
Meski pernah mengalami hal tersebut, Inggrid tak berhenti mencoba.
Kali ini, ia kembali datang ke kampus tempatnya menempuh pendidikan dengan harapan ada perusahaan yang memberikan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi.
“Yang kedua, beta ikut di Politeknik Negeri Ambon. Diharapkan di sini, semoga bisa dipanggil,” katanya.
Baca juga: Kasus Mafia Tanah Eks Hotel Anggrek Masuk Tahap I, Polisi Kantongi Bukti Pemalsuan Dokumen
Baca juga: Saksi Sebut Obat V Solution Disuntikkan ke Pasien, Jadi Sorotan dalam Sidang Gugatan Klinik eReL
Namun, Inggrid tidak hanya berharap mendapat panggilan kerja.
Ia juga menginginkan sesuatu yang sederhana dari perusahaan, yakni kepastian.
Menurut dia, mendapat panggilan tentu menjadi kabar yang ditunggu. Tetapi jika lamaran dinyatakan tidak lolos pun, informasi tersebut tetap penting bagi pencari kerja agar dapat segera menentukan langkah berikutnya.
“Semoga ikut Job Fair di Politeknik Negeri Ambon ini, semoga ada balasan pemanggilan atau penolakan. Pokoknya kepastian diperoleh untuk pelamar,” ujarnya.
Harapan seperti Inggrid juga terlihat dari ratusan mahasiswa dan alumni yang mendatangi Polnam sejak Sabtu pagi hingga sore itu.
Sebanyak 16 perusahaan dan lembaga hadir secara langsung untuk membuka peluang bagi mahasiswa tingkat akhir maupun lulusan.
Pemberi kerja berasal dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, jasa keuangan, otomotif, perhotelan, telekomunikasi, hingga jasa profesional.
Diantaranya Ambon Sakti Motor (Honda), CV. Dwi Lestari, PT. PKSS, Mandiri taspen, BSI, Jasa RAharja, BNI, Pegadaian, Kantor Konsultan pajak Adrianus Takndare, PT TriDarma Group (Suzuki), Natsepa Hotel, Angkasa Pura Support, PNM, FIF Group, OJK, dan Telkomsel.
Para pencari kerja datang membawa CV, memperkenalkan diri, hingga melihat langsung kebutuhan tenaga kerja yang ditawarkan perusahaan.
Salah satunya Siti Zahra, lulusan Akuntansi Polnam tahun 2023.
Berbeda dengan Inggrid yang sudah dua kali mengikuti kegiatan serupa, bagi Siti kegiatan di Polnam menjadi pengalaman pertamanya.
Ia mengaku kesempatan tersebut sangat membantu dirinya untuk mencoba masuk ke dunia kerja.
“Ini pertama kali beta ikut. Jadi bagi beta ini sangat membantu bagi anak-anak yang mencari lowongan kerja. Jadi beta sangat bersyukur, jadi ada kesempatan buat beta mencoba potensi di sini,”ungkap Siti.
Bagi Siti, kehadiran perusahaan secara langsung di Kampus membuat pencari kerja memiliki ruang untuk memperkenalkan kemampuan mereka tanpa harus sekadar mengirim CV melalui internet.
Sementara bagi Inggrid, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengetuk pintu perusahaan setelah sejumlah lamaran sebelumnya belum mendapat jawaban. (*)