SURYA.CO.ID I LUMAJANG - Terungkap curahan hati Ayu Amelia (25) sebelum nekat memotong alat vital suaminya Ahmad Fauzi (25), warga Desa Kunir Lor Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Ternyata hubungan antara Ayu Amelia dan Ahmad Fauzi bermasalah dua minggu sebelum kejadian.
Ahmad Fauzi yang seorang penjaga toko dituding berselingkuh oleh sang istri, Ayu.
Fakta ini diungkap Muslim, bibi Ahmad Fauzi saat ditemui wartawan surya.co.id pada Sabtu (15/8/2026).
"Dua minggu lalu sempat terjadi cekcok, karena cemburu. Jadi yang istri itu cemburu," tuturnya.
Baca juga: Tabiat Ayu Amelia, Istri yang Potong Alat Vital Suami Pakai Celurit di Lumajang, Tertutup dan Malas
Sebelum kejadian tragis itu, Muslim juga mendapat keluhan dari pelaku, kalau suaminya sudah dua hari tidak pulang ke rumah.
"Yang perempuan bilang suaminya tidak pulang akhir-akhir ini. Sudah dua hari tidak pulang," bebernya.
Tak disangka, setelah sang suami pulang, justru tragedi mengenaskan itu terjadi.
Kasubsi Humas Polres Lumajang IPDA Suprapto mengungkapkan pada Jumat (14/8/2026) sekira pukul 08.00 waktu setempat korban tidur di dalam kamarnya.
Sementara anaknya yang masih kelas 1 SD masih berada di sekolah.
Begitu juga dengan kerabatnya yang ada di sawah dan dibagian rumah lain.
"Saat itu terduga pelaku masuk (kamar) dengan membawa clurit yang diambil dari belakang rumah lalu melukai kemaluan korban," katanya.
Suprapto mengungkapkan tindakan tersebut dilakukan secara sadis. Kata dia, pelaku memegang batang kemaluan korban, setelah itu alat vital tersebut diiris pakai celurit.
"Dengan cara memegang batang kemaluan korban dan diiris dengan menggunakan clurit sehingga mengalami luka berat," ucapnya.
Muslim, bibi korban mengungkapkan kasus tersebut terungkap ketika tetangga mengetahui pelaku lari keluar rumah sambil membawa celurit, sehingga menimbulkan kecurugaan.
"Ketemunya itu pas perempuannya lari bawa celurut. Sementara yang dipotong anunya sudah dibawa ke UGD," ucapnya.
Pelaku sempat mencoba membuang celurit yang dibawanya saat kepergok warga.
"Pas ketemu orang orang, celuritnya dibuang untuk menghindar," kata Muslim lagi.
Meskipun dipotong menggunakan celurit, alat vital korban tidak sampai terputus. Kata dia, kulitnya masih nempel walapun terjadi pendarahan.
"Kondisi korban tidak papa, masih bisa duduk. Cuma darahnya banyak ditutupi pakai selambu," tambah Muslim.
Sementara itu, Kasubsi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan setelah mengiris batang kemaluan korban, perempuan tersebut diamankan oleh tetangga.
Suprapto mengungkapkan, hal tersebut sengaja dilakukan sebab perempuan ini cemburu, karena suaminya kerap berselingkuh bahkan sering mengancamnya akan menceraikannya.
"Penganiayaan tersebut karena terbakar api cemburu terhadap suaminya yang seringkali berselingkuh dengan wanita lain dan mengancam akan menceraikannya," imbuhnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat pada bagian alat kelamin. Kata dia, sekarang sedang menjalani perawatan medis di RSUD dr Haryoto Lumajang untuk dilakukan operasi.
Atas tindakan tersebut, Suprapto menjerat pelaku dengan pasal 44 ayat 2 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2024 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ancaman penjara 10 tahun.
"Beberapa barang bukti yang diamankan diantaranya celurit, kaos dan celana kolor milik korban, serta surat nikah," pungkasnya.
Muslim, Bibi korban mengungkapkan pelaku selama berkeluarga dengan keponakannya sangat tertutup, dan jarang sosialisasi dengan tetangga sekitar.
"Jarang keluar istrinya, suaminya saja yang keluar. Setiap hari (pelaku) di dalam rumah, tidak pernah kemana mana, kurang sosialisasi," ujarnya saat ditemui surya.co.id di lokasi kejadian, Sabtu (15/8/2026)).
Korban selama ini bekerja di toko, sementara, Ayu menjadi ibu rumah tangga yang jarang keluar rumah.
"Yang perempuan itu kalau keluar pas beli makanan ringan, biasanya pukul 08.00," imbuhnya.
Muslim mengakui selama berumah tangga dengan keponakannya, perempuan tersebut tidak pernah membersihkan rumah maupun masak untuk suaminya.
"Rumahnya memang tidak pernah dirumat, tidak pernah masak. Wong anaknya arang arang (jarang) makan," katanya.
Begitu lapar, Muslim mengatakan pelaku biasanya memesan makanan secara online, karena memang tidak masak di rumah.
"Online tiap hari, sejak awal menikah. Sementara suaminya kerja di toko, gajinya tidak seberapa, tapi kerja tiap hari," ulasnya.