Pelaku UMKM dan Pengunjung di RTP Wainitu Ngeluh Toilet Umum Tak Berfungsi saat Malam Hari
Mesya Marasabessy August 15, 2026 08:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengunjung mengeluhkan kondisi toilet umum di Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu yang tak berfungsi pada malam hari.

Pantauan TribunAmbon.com, Sabtu (15/8/2026), pintu toilet ditutup menggunakan gerbang besi, hingga tak ada cela masuk. 

Padahal suasana masih pada siang hari, dan aktivitas pengunjung yang masih tinggi.  

Diketahui hanya dua pelaku UMKM yang beraktivitas di RTP Wainitu. Namun hanya pada malam hari. 

Fasilitas umum yang seharusnya digunakan sebagai sarana prasarana warga, kini tidak diberikan sesuai fungsinya. 

Hal ini dikeluhkan pelaku UMKM, Tiara Salampessy, mengungkapkan sejak ia membuka kedainya tertanggal 24 Juli lalu, dan baru sekali ia mengambil air cuci tangan di toilet umum tersebut. 

Tak hanya itu, bahkan saat dirinya hendak Buang Air Kecil (BAK) saat malam hari, ia harus ke indekost milik warga di sekitar kawasan pantai. 

"Setelah dua minggu berjualan, saya harus membeli air dari depot dan kalau buang air kecil, saya harus minta permisi di kos-kosan seberang," ujarnya kepada wartawan. 

Baca juga: Polisi Masih Buru Satu Terduga Pelaku Rudapaksa, Lima Tersangka Tetap Ditahan dan Kasus Dikembangkan

Baca juga: Fokus Pengembangan SDM, Iksan Kiat Ajak Mahasiswa dan Dosen Belajar di Lemigas

Selain itu ia mengungkapkan pernah ke pos Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang ditugaskan di RTP. 

Namun yang ditemui mahal kebuntuan saat meminta tolong untuk menggunakan toilet yang sering dipakai petugas. 

"Setiap hari ketika buka dan ingin ambil air, selalu saja pihak Satpol-PP bilang tidak ada, padahal mereka punya kuncinya juga," ungkapnya. 

Sementara itu, saat di konfirmasi TribunAmbon.com di pos Satpol-PP, Komandan pos satu, Jhon, malah mengungkapkan kebalikannya. 

Jhon mengungkapkan, toilet umum itu tidak menjadi tanggung jawab petugas pos. Tetapi dijaga oleh warga Wainitu yang hanya di buka pada siang hari. 

Sementara untuk toilet yang sering di pakai petugas itu telah mengalami kerusakan. 

"Orang disini yang jaga itu hanya sampai sore saja," tungkasya. 

Tak hanya itu, ia juga menuturkan minimnya kondisi penerangan di kawasan RTP tersebut. 

Sehingga saat itu area tersebut sangat gelap. Menurutnya situasi ini membuat pengunjung tidak nyaman karena takut adanya indikasi kekerasan. 

Menurutnya pemerintah harus melihat dan memperbaiki fasilitas yang terdapat di RTP Wainitu yang dapat digunakan pengunjung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.