Respons Istana Soal Ucapan Prabowo 'Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg: Kita Cek Detailnya 
Rita Lismini August 15, 2026 08:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram menjadi sorotan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan seorang perempuan bernama Susanah asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Susanah disebut merupakan buruh harian pengupas bawang sekaligus penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

Namun, pernyataan Prabowo mengenai besaran upah Susanah yang mencapai Rp700 ribu per kilogram justru menjadi perhatian.

"Hari ini hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," kata Prabowo dalam pidatonya.

Potongan video ketika Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut kemudian beredar luas di media sosial.

Nominal Rp700 ribu per kilogram dinilai sangat besar sehingga memicu beragam reaksi dari warganet.

Sejumlah warganet bahkan membuat hitung-hitungan mengenai besarnya penghasilan yang bisa diperoleh jika upah tersebut benar-benar diterapkan.

"Rp700 ribu/kg setiap hari, seminggu udah dapet 4,9 juta, gaji mimin mah lewat. Jadikan aku muridmu, guru," tulis netizen.

"Kalau emang betul buruh kupas bawang gajinya segitu semua PNS berhenti kerja, milih jadi buruh kupas bawang aja katanya 210 juta sebulan," tulis netizen.

"Kalo upahnya segitu, ngupas 100kg sehari pun gas, mayan 70jt sehari, 2,1M sebulan. Bjirrrr, kehaluan macam apa ini...." tulis netizen.

"Setelah mendengar pidato pak Presiden. Ga pernah sepengen ini kerja ngupas bawang. Di mana pak ada lowongan kupas bawang 700ribu/kg?," tulis netizen.

Respons Istana

Viralnya pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Istana Kepresidenan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah akan mengecek kembali data mengenai nominal upah pengupasan bawang yang disebutkan Presiden Prabowo.

"Nanti kita cek ya," ujar Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Prasetyo belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai angka Rp700 ribu per kilogram tersebut.

Ia memastikan detail angka yang dibacakan dalam pidato kenegaraan akan ditelusuri kembali.

"Kalau detailnya kita cek," pungkasnya.

Sosok Susanah

Di balik viralnya pernyataan Prabowo tersebut, Susanah merupakan seorang ibu asal Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang.

Ia menjalani pekerjaan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya dan menopang perekonomian rumah tangga.

Susanah juga tercatat sebagai salah satu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

Bantuan tersebut membantu keluarganya memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Selain itu, program bantuan pemerintah juga membantu menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak Susanah.

Susanah menjadi salah satu dari delapan tamu istimewa yang secara khusus diundang untuk hadir dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI.

Kehadiran Susanah bersama penerima manfaat lainnya menjadi representasi masyarakat yang merasakan secara langsung manfaat berbagai program bantuan sosial pemerintah.

Namanya kemudian semakin menjadi perhatian setelah diperkenalkan langsung oleh Prabowo di hadapan para anggota parlemen.

Buruh Pengupas Bawang Bereaksi 

Sementara itu, Gini (53), buruh pengupas bawang yang sehari-hari bekerja di Pasar Legi, Kota Solo, Jawa Tengah mengaku terkejut ketika mengetahui adanya penyebutan upah Rp700.000 untuk setiap kilogram bawang yang dikupas.

Menurutnya, sistem pembayaran buruh pengupas bawang di Pasar Legi tidak dihitung berdasarkan kilogram.

Para buruh justru dibayar berdasarkan jumlah karung yang berhasil mereka kupas.

"Pasar mana itu? Tidak mungkin. Kalau di Solo ini hitungannya bukan satu kilogram. Tetapi satu karung krawang. Jadi hitungannya satu karung krawang itu Rp10 ribu, bukan kiloan," kata Gini, Sabtu (15/8/2026).

Ia kemudian menunjukkan karung krawang yang biasa digunakan untuk membawa bawang.

Menurut Gini, satu karung tersebut dapat berisi lebih dari 20 kilogram bawang.

"Satu karung ini isinya kurang lebih 20 kilo lebih. Tidak ada per kilo di sini, jadi satu karung seperti ini Rp10 ribu," ujarnya.

Gini mengatakan dirinya selama ini hanya mengupas bawang putih.

Ia tidak mengetahui secara pasti apakah sistem pembayaran untuk pengupas bawang merah juga sama.

"Kalau bawang merah saya kurang tahu. Kemungkinan juga sama. Saya cuma bawang putih saja ngupasnya," katanya.

Pekerjaan tersebut sudah dijalani Gini sekitar tiga tahun. Setiap hari, Gini datang langsung ke Pasar Legi.

Ia mengambil satu karung krawang bawang dari gudang milik seseorang untuk kemudian dibawa dan dikupas.

Pekerjaan tersebut bukan dilakukan karena mendapat panggilan khusus.

Para buruh pengupas bawang datang sendiri ke pasar untuk mencari pekerjaan yang tersedia.

"Semua pengupas bawang di sini harganya sama, Rp10 ribu per karung," jelasnya.

Gini biasanya mulai bekerja sejak pagi hingga sore hari.

Namun, jumlah bawang yang mampu diselesaikan setiap harinya tidak selalu sama.

Dalam kondisi normal, ia mengaku hanya mampu menyelesaikan sekitar tiga karung bawang dalam sehari.

Dengan tarif Rp10 ribu per karung, penghasilan yang diperoleh Gini dari pekerjaan tersebut sekitar Rp30 ribu sehari.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.