Kisah Ibu Berjuang Melahirkan di Tengah Gempa M 7,7 Flores, Bayi Diberi Nama Agustin Gempita Aurora
Dharma Aji Yudhaningrat August 15, 2026 09:42 PM

Gempa dahsyat yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8), menyisakan kisah haru dari Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.

Di tengah situasi yang panik, seorang ibu bernama Agnes Afrida harus menjalani persalinan dalam kondisi darurat.

Saat gempa terjadi, Agnes sedang berada di Puskesmas Paga dan sudah memasuki pembukaan lengkap.

Demi keselamatan, tenaga kesehatan segera mengevakuasi Agnes keluar dari gedung puskesmas untuk menghindari risiko bangunan rusak maupun gempa susulan.

Agnes kemudian dibawa ke halaman TK Poli Pawe Alvarez Paga yang berada tidak jauh dari puskesmas.

Di tempat tersebut, petugas menyiapkan ruang persalinan darurat dengan peralatan seadanya.

Kain digunakan sebagai pembatas, sementara truk dimanfaatkan sebagai perlindungan tambahan. 

Ambulans Puskesmas Paga juga disiagakan untuk membantu proses persalinan.

Dikarenakan pembukaan sudah lengkap, persalinan tidak bisa ditunda.

Sekitar pukul 09.02 WITA, Agnes akhirnya melahirkan anak ketiganya secara normal di atas mobil ambulans.

Bayi perempuan tersebut lahir dengan berat 3,6 kilogram.

Kemudian bayi itu diberi nama Agustin Gempita Aurora. 

Nama “Gempita” dipilih karena ia lahir tepat pada saat gempa mengguncang Flores.

Setelah melahirkan, Agnes dan bayinya belum langsung dibawa kembali ke dalam gedung puskesmas.

Ibu dan bayi sementara dirawat di tempat terbuka, tepatnya di bawah pohon johar di halaman Kantor Camat Paga.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi gempa susulan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.