Jakarta (ANTARA) - Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta menyampaikan duka atas korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta mendorong penyampaian informasi terkait kondisi korban dan penanganan bencana secara cepat, akurat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa, serta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” kata Ketua Komisi Informasi DKI Jakarta Harry Ara Hutabarat di Jakarta, Sabtu.
Ia berdoa semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan.
“Kami juga mendoakan saudara-saudara kita yang mengalami luka-luka agar segera diberikan kesembuhan,” kata dia, seraya menambahkan, "serta seluruh masyarakat terdampak agar senantiasa diberikan keselamatan, perlindungan, dan kekuatan dalam menghadapi masa-masa sulit ini."
Ia mengatakan bencana ini menjadi pengingat bagi semua akan pentingnya solidaritas, kepedulian, keterbukaan informasi, dan gotong royong dalam menghadapi setiap keadaan darurat dan bencana.
Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta mendorong agar informasi serta merta yang menyangkut hajat hidup orang banyak mengenai kondisi korban, kebutuhan masyarakat terdampak.
Kemudian proses evakuasi, bantuan kemanusiaan, serta langkah-langkah penanganan bencana dapat disampaikan secara cepat, akurat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Semua itu diharapkan memperhatikan perlindungan data pribadi.Semoga seluruh elemen bangsa bersatu membantu masyarakat NTT melewati masa sulit ini,” kata dia.
“NTT tidak sendiri dan Indonesia bersama NTT. Duka NTT adalah duka kita bersama,” kata dia
Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa terjadi 31 kali gempa susulan pada Sabtu, pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
"Dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan informasi bahwa sampai pukul 15.00 hari ini sudah terjadi 31 kali gempa susulan," kata Suharyanto dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu.
Dari 31 kali gempa susulan itu, ada empat yang tercatat memiliki magnitudo cukup besar.





