Bukan Kebetulan! Ini Alasan Soekarno Memilih 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan
Ni'amu Shoim Assari Alfani August 15, 2026 10:42 PM

Semua orang hafal di luar kepala bahwa 17 Agustus 1945 merupakan Hari Kemerdekaan Indonesia. 
Namun, mengapa harus 17 Agustus yang dipilih di antaranya banyak tanggal di kalender? 

Mengapa bukan sehari sebelumnya, ketika Soekarno-Hatta baru saja kembali dari Rengasdengklok? Atau sehari sesudahnya, ketika Indonesia mulai menata pemerintahan? 

Jawabannya tidak sesederhana memilih tanggal di kalender. 

Presiden pertama Indonesia, Soekarno menjadi orang yang menentukan tanggal kemerdekaan. 

Lantas apa alasan Soekarno memilih tanggal 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan? 

1. 17 Sebagai Angka Suci 

Bagi Soekarno, angka 17 tidak sekadar angka di kalender. 

Soekarno mempercayai 17 merupakan angka suci yang dapat memberikan harapan baik. 

Lantaran memiliki nilai simbolis tersendiri, Soekarno menetukan hari untuk memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17. 

2. 17 Agustus Jatuh pada Hari Jumat Legi 

Dalam penanggalan Jawa, hari itu bertepatan dengan Jumat Legi. 

Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam karena dikenal sebagai hari yang suci dan penuh keberkahan. 
Sementara Legi merupakan salah satu pasaran dalam kalender Jawa yang juga memiliki makna dalam tradisi masyarakat Jawa. 

Perpaduan antara Jumat dan Legi membuat tanggal tersebut memiliki nuansa simbolis yang kuat. 

Terutama bagi masyarakat yang hidup dalam perpaduan budaya Jawa dan Islam seperti Soekarno. 

3. 17 Berkaitan dengan simbolisme dalam Islam 

Dalam Islam, Al-Quran diturunkan pada 17 Ramadhan. 

Jumlah rakaat salat lima waktu bagi umat Islam adalah 17 rakaat. 

Inilah yang kemudian membuat Soekarno yakin bahwa 17 merupakan tanggal baik untuk melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.