UPDATE Gempa Magnitudo 7,7 di NTT: 47 Orang Tewas, Warga Sikka Mengungsi ke Gua Maria
Ferdinand Waskita Suryacahya August 15, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meyampaikan perkembangan terbaru gempa Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Hingga kini, petugas gabungan masih melakukan kaji cepat dampak gempa tersebut.

"Lebih dari 40 warga meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan data sementara pada Sabtu (15/8), pukul 18.48 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. 

Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang.  

"Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka," kata Berton.

Data sementara sore tadi, pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8), total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. 

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.  

Merespons gempa di NTT, kata Berton, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. 

Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT. 

Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. 

Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Sekretaris Kabinet. 

Sementara itu, guncangan gempa juga dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. 

"Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum kondusif," kata Berton. 

BPBD Kota Bima melakukan pendataan dan verifikasi situasi di lapangan. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik. 

"Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena dan Takabonerate," katanya.

Warga Sikka Mengungsi di Gua Maria

Sementara itu, ratusan warga Desa Wodamude, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengungsi ke Gua Maria yang berada tidak jauh dari permukiman. 

Lokasi tersebut menjadi tempat warga mengamankan diri karena berada di dataran yang lebih tinggi. 

"Tadi kami mengungsi ke gua, kemudian balik ke rumah. Sekarang kami mengungsi lagi," ujar salah seorang warga, Fransiskus Sera dikutip dari Kompas.com.

Fransiskus mengatakan, warga, terutama anak-anak, masih diliputi kecemasan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut pada pagi hari. 

Warga juga merasakan beberapa kali gempa susulan. "Kita masih cemas, ada juga yang trauma. Sekarang kita masih dalam situasi waspada," katanya.

Warga lainnya, Melkior, mengatakan guncangan gempa kali ini sangat dahsyat. 

Bahkan, beberapa rumah warga di Desa Wodamude dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. 

"Karena itu untuk amankan diri, kami memilih untuk kembali mengungsi," katanya. 

Berita Lainnya

  • Baca juga: Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Simalungun Sumut Terasa Hingga Deli Serdang, Warga: Air Bergoyang

  • Baca juga: UPDATE Gempa Flores M 7,7: 14 Orang Tewas, Bayi Perempuan Gempita Lahir di Tengah Situasi Darurat

  • Baca juga: Gempa M7,7 Guncang Flores, Warga Panik Berhamburan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.