Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali berduka setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Hingga Sabtu malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, muncul kisah memilukan dari lokasi terdampak.
Seorang ibu ditemukan meninggal dunia dalam posisi memeluk bayinya di antara reruntuhan bangunan.
Peristiwa itu menjadi gambaran besarnya dampak gempa yang melanda sejumlah wilayah di Flores dan sekitarnya.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan korban jiwa tersebar di beberapa kabupaten.
"Korban meninggal dunia teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang," ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain korban meninggal dunia, petugas gabungan juga masih melakukan evakuasi serta perawatan terhadap warga yang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.
Ratusan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak
Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan cukup luas. Hingga Sabtu sore pukul 17.00 WIB, BNPB mencatat sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum. Tercatat 87 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, disusul 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor pemerintahan, serta sejumlah fasilitas publik lainnya.
Tim penanganan darurat masih melakukan pendataan di lapangan karena jumlah kerusakan diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses asesmen yang berlangsung.
BNPB Kirim Bantuan 50 Ribu Paket
Untuk mempercepat penanganan korban, BNPB mengirimkan bantuan logistik berupa kebutuhan pangan dan non-pangan ke wilayah terdampak.
Sebagian bantuan disalurkan melalui gudang logistik di Flores Timur. Sementara bantuan dari Jakarta dikirim melalui Base Ops TNI AU Halim Perdanakusuma.
Total bantuan yang disiapkan mencapai 50 ribu paket dengan berat sekitar 275 ton. Hingga Sabtu malam, sebanyak 10.500 paket bantuan telah tiba dan siap didistribusikan kepada warga terdampak.
Pemerintah juga memprioritaskan proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Guncangan Dirasakan Hingga NTB dan Sulawesi Selatan
Dampak gempa tidak hanya dirasakan di wilayah NTT. Guncangan juga terasa hingga Kabupaten dan Kota Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan tiga titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.
Sementara di Bima, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan verifikasi kondisi masyarakat pascagempa.
Berdasarkan data BMKG, gempa magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu pagi pukul 04.58 WIB. Gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer itu dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau sesar naik di kawasan Laut Flores.
Hasil analisis menunjukkan pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT.
Selain menimbulkan kerusakan dan korban jiwa, gempa tersebut juga sempat memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir sebelum akhirnya dinyatakan berakhir oleh otoritas terkait. (*)