PM Takaichi Marah atas Kunjungan Putin ke Etorofu, Tiga Lencana di Dadanya Jadi Sorotan
Eko Sutriyanto August 16, 2026 06:38 AM

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM,  TOKYO — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan protes keras Kamis lalu (13/8/2026) setelah Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan mengunjungi Pulau Etorofu, salah satu pulau dalam sengketa Wilayah Utara yang dikuasai Rusia dan diklaim Jepang.

Dalam keterangan pers pada Kamis (13/8/2026), Takaichi menegaskan bahwa kunjungan Putin tidak dapat diterima. 

"Tampak marah sekali PM Takaichi begitu mengetahui kunjungan Presiden Rusia Putin ke pulau Etorofum" papar sumber Tribunnews.com di pemerintahan Jepang.

Namun, perhatian masyarakat Jepang juga tertuju pada sejumlah lencana yang dikenakannya saat berbicara kepada wartawan.

“Wilayah Utara, baik secara historis maupun berdasarkan hukum internasional, merupakan wilayah yang melekat pada negara kami,” kata Takaichi.

Ia menilai kunjungan tersebut telah melukai perasaan masyarakat Jepang.

Baca juga: Hujan Deras Terjang Chiba Jepang, 4 Orang Tewas dan Ribuan Terjebak

“Kami menyampaikan protes keras. Tindakan itu melukai perasaan rakyat Jepang dan sama sekali tidak dapat ditoleransi,” tegasnya.

Tiga lencana menjadi pesan politik

Pada dada kiri Takaichi terlihat lencana pita biru atau Blue Ribbon Badge, yang melambangkan harapan agar warga Jepang yang diculik Korea Utara dapat segera dipulangkan.

Sementara itu, dua lencana yang tidak biasa terlihat terpasang di dada kanannya. Keduanya diduga merupakan Brown Ribbon Badge dan Chishima Zakura Badge, yang berkaitan dengan gerakan pengembalian Wilayah Utara kepada Jepang.

Menurut situs resmi Kantor Kabinet Jepang, lencana pita cokelat memiliki bentuk yang sama dengan pita biru. Warna cokelat muda atau warna tanah melambangkan daratan empat pulau yang diklaim Jepang, yakni Etorofu, Kunashiri, Shikotan, dan Kepulauan Habomai.

Adapun lencana Chishima Zakura atau Sakura Kuril merupakan simbol baru gerakan pengembalian Wilayah Utara. Desainnya menggunakan bunga sakura Kuril yang tumbuh di empat pulau tersebut dan dipilih agar mudah dikenali serta terasa dekat dengan masyarakat.

Sehari sebelumnya, Kepala Hubungan Masyarakat Kabinet Kozo Saeki mengunggah rekaman konferensi pers Takaichi. Dalam rekaman pada 12 Agustus itu, Takaichi hanya mengenakan lencana pita biru di dada kiri, sedangkan dada kanannya belum dihiasi dua lencana terkait Wilayah Utara.

Kemunculan dua lencana tambahan pada saat Takaichi menanggapi kunjungan Putin kemudian ditafsirkan sebagian pengguna media sosial sebagai pesan politik tanpa kata-kata.

Menuai reaksi pengguna media sosial

Sejumlah pengguna media sosial menduga Takaichi sangat marah terhadap tindakan Putin. Mereka menilai penggunaan dua lencana tersebut menunjukkan tekad pemerintah Jepang mempertahankan klaimnya atas Wilayah Utara.

“Pesan diam itu telah menjelaskan semuanya,” tulis salah seorang pengguna.

Pengguna lain mengaku baru mengetahui keberadaan lencana pita cokelat dan menilai simbol tersebut memperlihatkan tekad untuk menjaga wilayah Jepang. Ada pula komentar yang menyatakan kembali memberikan penilaian positif terhadap sikap Takaichi.

Meski demikian, dugaan mengenai kemarahan pribadi Takaichi berasal dari interpretasi warganet atas lencana yang dikenakannya. Takaichi sendiri tidak secara terbuka mengatakan bahwa pemasangan kedua lencana tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan kemarahan terhadap Putin.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.