TRIBUN-SULAR.COM, MAMUJU – PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau PT PERMINAS (Persero) bersama Pemerintah Desa Takandeang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat menyusul diperolehnya izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi oleh PT PERMINAS (Persero) di Blok Takandeang, Kamis (13/8/2026) lalu.
IUP tersebut merupakan izin untuk melakukan kegiatan penelitian dan pengumpulan data mengenai potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) yang masih dalam tahap eksplorasi atau penelitian awal, dan belum merupakan kegiatan penambangan atau produksi.
Baca juga: Gempa M 5,9 Guncang Teluk Tomini Sulteng Kantor PUPR Parigi Moutong Dilaporkan Rusak
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Minggu 16 Agustus 2026, Waspada Angin Kencang di Pesisir Selatan
PT PERMINAS (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dibentuk oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mengelola mineral kritis nasional, termasuk Logam Tanah Jarang (LTJ).
Danantara tengah mematangkan rencana hilirisasi LTJ guna mengoptimalkan potensi mineral Indonesia yang dinilai sangat besar.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, dan dihadiri oleh masyarakat setempat, perangkat desa, tokoh adat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Nantinya, PERMINAS akan melaksanakan giat pengelolaan dan pembuatan data untuk mengamati kondisi tanah dan batuan, dengan tujuan mengetahui jumlah, jenis, dan kandungan mineral yang terdapat di wilayah tersebut.
Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan komprehensif mengenai rencana kegiatan, lokasi pengelolaan, tahap pekerjaan, serta dampak dan manfaat dari kegiatan eksplorasi yang akan dilakukan.
Masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan pertanyaan, saran, dan hal-hal yang perlu mendapatkan penjelasan terkait rencana kegiatan tersebut, sehingga tercipta pemahaman bersama antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Alexander Arruanpasau, menyebutkan kehadiran ESDM Sulawesi Barat juga ingin memastikan masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai tahapan eksplorasi yang masih bersifat penelitian awal, sehingga tidak timbul kekhawatiran di tengah masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan transparan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, serta menjadi model bagi kegiatan eksplorasi lainnya di Sulawesi Barat," ujar Alexander.
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, dalam keterangan terpisah menekankan pentingnya sosialisasi sebagai bagian dari transparansi terhadap pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Barat.
"Kami mendorong agar seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat, kearifan lokal, dan kelestarian lingkungan," pesannya.
Pada kegiatan sosialisasi tersebut turut hadir pakar ahli geologi, Prof. Widia Astuti, yang menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dan kajian awal, potensi logam tanah jarang (LTJ) yang terdapat di wilayah tersebut merupakan salah satu potensi yang sangat penting di Indonesia. (*)