TRIBUNBATAM.id - Aksi nekat Ayu Amelia (25), seorang wanita asal Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menggegerkan publik.
Ayu nekat mengebiri suaminya sendiri, Ahmad Fauzi (25), menggunakan celurit saat korban sedang tertidur lelap di kamar rumah mereka.
Aksi penganiayaan sadis tersebut dilakukan ketika situasi rumah sedang sepi karena anak mereka yang masih duduk di kelas 1 SD sedang belajar di sekolah.
Sosok Pelaku Dikenal Tertutup dan Jarang Bersosialisasi
Berdasarkan pantauan di tempat kejadian perkara, kondisi rumah pasangan suami istri ini tampak berantakan dengan berbagai pakaian berserakan di atas kasur.
Menurut keterangan kerabat korban, Muslim, pelaku selama ini dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup dan jarang berbaur dengan tetangga sekitar.
"Jarang keluar istrinya, suaminya saja yang keluar. Setiap hari (pelaku) di dalam rumah, tidak pernah kemana mana, kurang sosialisasi," ujar Muslim, Sabtu (15/8/2026).
Muslim menambahkan bahwa aktivitas sehari-hari korban bekerja di toko, sedangkan pelaku murni sebagai ibu rumah tangga.
"Yang perempuan itu kalau keluar pas beli makanan ringan, biasnya pukul 08.00," imbuhnya.
Baca juga: Suasana Haru Warnai Prosesi Pengukuhan Paskibraka Karimun 2026
Tak hanya tertutup, pelaku juga diketahui jarang mengurus rumah maupun memasak untuk keluarga.
Untuk kebutuhan makan sehari-hari, pelaku lebih sering mengandalkan layanan pesan antar makanan secara daring.
"Rumahnya memang tidak pernah dirumat, tidak pernah masak. Wong anaknya arang arang (jarang) makan," kata Muslim.
"Online tiap hari, sejak awal menikah. Semnetara suaminya kerja di toko, gajinya tidak seberapa, tapi kerja tiap hari," ulasnya.
Cemburu dan Isu Perselingkuhan Jadi Pemicu Utama
Keretakan hubungan rumah tangga pasangan ini disinyalir mulai memuncak sejak dua minggu sebelum peristiwa penganiayaan terjadi.
Muslim mengungkapkan pelaku sempat mencurigai suaminya berselingkuh dengan wanita lain.
"Dua minggu lalu sempat terjadi cekcok, karena cemburu. Jadi yang istri itu cemburu," tuturnya.
Sebelum penganiayaan terjadi, pelaku juga sempat mengeluhkan keberadaan suaminya yang tak kunjung pulang ke rumah selama beberapa hari.
"Yang perempuan bilang suaminya tidak pulang akhir-akhir ini. Sudah dua hari tidak pulang, begitu pulang terjadi kejadian ini," beber Muslim.
Keterangan Kepolisian dan Kondisi Korban Terkini
Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan kejadian penganiayaan berat tersebut.
Ia menjelaskan kronologi singkat saat pelaku melancarkan aksinya terhadap korban yang sedang tertidur.
"Dengan cara memegang batang kemaluan korban dan diiris dengan menggunakan clurit sehingga mengalami luka berat. Selanjutnya terduga pelaku lari, tapi berhasil diamankan Kepala Desa dan dibawa ke Polsek Kunir," tanggap Ipda Suprapto.
Ia menegaskan bahwa motif utama di balik aksi nekat tersebut adalah rasa cemburu akibat dugaan perselingkuhan serta ancaman perceraian dari korban.
"Penganiayaan tersebut karena terbakar api cemburu terhadap suaminya yang seringkali berselingkuh dengan wanita lain dan mengancam akan menceraikannya," imbuh Suprapto.
Akibat perbuatan sang istri, korban mengalami luka berat pada bagian alat kelamin dan langsung dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk menjalani penanganan medis berupa tindakan operasi.
(TribunBatam.id)