Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Islam Kalimantan (Uniska) berkolaborasi dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Ecoprint EPIK, memperkuat pembuatan pewarnaan alami ramah lingkungan produksi ecoprint.
Ketua Tim Pelaksana Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) Tahun 2026 Deni Setiawan, mengatakan, program ini dirancang untuk jangka pendek sekaligus menjadi fondasi transformasi UMKM lokal menuju usaha berbasis inovasi, ramah lingkungan, dan berorientasi pasar.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan antusiasme yang ditunjukkan oleh mitra selama pelaksanaan program. Kami berharap seluruh pelatihan, pendampingan, peralatan, serta dokumen standar yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing produk ecoprint,” katanya di Tanah Bumbu, dikutip Minggu.
Melalui pendekatan pemberdayaan yang komprehensif, berbagai intervensi dilakukan mulai dari aspek hulu hingga hilir proses produksi ecoprint.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan konsistensi kualitas pewarna alami yang digunakan dalam pembuatan produk ecoprint.
Dalam aspek proses produksi, tim memberikan dukungan berupa alat steaming untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mengoptimalkan proses fiksasi warna pada kain ecoprint.
Pada aspek hilir, program diarahkan untuk mendukung diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah usaha.
Ketua UMKM Ecoprint EPIK, Indah Rokhani, berterimakasih atas pendampingan yang telah diberikan oleh tim pengabdian.
Menurutnya, berbagai pelatihan dan bantuan peralatan yang diterima memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas proses produksi maupun pengembangan produk usaha.
Melalui penerapan standarisasi mutu pewarna alami dan peningkatan keamanan proses produksi, produk ecoprint yang dihasilkan diharapkan menjadi lebih konsisten, berkualitas, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Di sisi lain, diversifikasi produk dari kain lembaran menjadi berbagai produk siap pakai membuka peluang peningkatan nilai tambah dan pendapatan UMKM secara berkelanjutan.
Program ini menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong pengembangan usaha kreatif berbasis potensi lokal yang berkelanjutan, inovatif, dan berwawasan lingkungan.





