Gempa M7,7 Guncang NTT, Ada Pura Alami Kerusakan Ringan, Warga Bali Selamat
Putu Dewi Adi Damayanthi August 16, 2026 10:23 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu 16 Agustus 2026.

Gempa tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah, hingga banyak warga yang mengungsi.

Selain itu, ada juga pura yang mengalami kerusakan ringan.

Hal itu diungkapkan Ketua PHDI NTT, Wayan Darmawa saat dihubungi Minggu 16 Agustus 2026.

Baca juga: Gempa Flores M7,7 Picu Tsunami, BMKG: Gempa Susulan Bisa Berlangsung 2-3 Minggu

Pura yang mengalami kerusakan kecil salah satunya yakni Pura Agung Giri Segara Labuan Bajo.

Di mana, dekorasi di atas pintu pada gedong penyimpanan lepas dan jatuh.

Selain itu, pura di kawasan Manggarai Timur juga mengalami retak pada tembok penyengker sepanjang kurang lebih lima meter.

Sementara untuk Pura Agung Waso Giri Natha Manggarai Ruteng, semuanya aman dan selamat.

Sedangkan untuk warga Bali yang ada di NTT tak ada yang menjadi korban dalam gempa tersebut.

Hal itu berdasarkan informasi yang diterimanya di grup WhatsApp pengurus PHDI se-NTT dan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN).

"Beberapa ini ada bangunan pura yang rusak tapi kan sifatnya yang lebih banyak kepada aksesoris karena tekanan gempa. Tapi intinya astungkara dengan berkat anugerah Brahman ya, umat Hindu sesuai dengan informasi dari teman-teman pengurus Parisada kabupaten se-NTT, rahayu semua," ungkapnya.

Kondisi bangunan rumah warga Bali juga kondisinya masih bagus.

Oleh karena itu, tak ada warga Bali yang sampai mengungsi.

Ia menyebut, total warga Bali di NTT hampir mencapai 10.500-an orang. 

Kebanyakan mereka bermukim di Kota Kupang, sekitar 35 persennya.

Menurutnya, kabupaten yang terdampak parah yakni Kabupaten Nagekeo dan Sikka.

Di wilayah tersebut pun telah disiapkan tempat pengungsian oleh pemerintah.

Kemarin, bersamaan pembukaan pameran pembangunan dalam HUT NTT juga sudah diadakan doa lintas agama yang dihadiri Pak Gubernur NTT. 

Saat ini, ia menyebut penanganan dampak gempa masih terus dilakukan oleh pemerintah setempat bersama Badan Penanggulangan Bencana Nasional. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.