TRIBUNNEWS.COM - Ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, datang ke Kejuaraan Dunia 2026 dengan satu misi utama, yakni mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih tahun lalu.
Status sebagai pasangan peringkat satu dunia membuat Kim/Seo menjadi salah satu tumpuan utama Korea Selatan.
Ditambah lagi, Kim/Seo berstatus sebagai juara bertahan sehingga ekspektasi terhadap performa keduanya semakin tinggi.
Namun, modal Kim/Seo menuju gelar juara dunia tahun ini tidak sepenuhnya mulus.
Kim/Seo justru membawa catatan kekalahan beruntun dari Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dalam dua turnamen terakhir.
Pertama, Kim/Seo harus mengakui keunggulan Fajar/Fikri di final Japan Open 2026 dengan skor 21-19, 21-17.
Kedua, kekalahan kembali mereka rasakan ketika lawan Fajar/Fikri di final China Open 2026. Kala itu Kim/Seo kalah dengan skor 16-21, 21-19, dan 21-19.
Artinya, dalam dua pekan berturut-turut, Kim/Seo gagal mengangkat trofi setelah dihentikan Fajar/Fikri yang saat ini menempati ranking dua dunia.
Baca juga: Daftar 14 Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Ganda Campuran Terbanyak
Kekalahan dari Fajar/Fikri menjadi tamparan sekaligus bahan evaluasi sebelum Kim/Seo tampil di Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Kejuaraan Dunia BWF 2026 akan diselenggarakan di Arena Indira Gandhi, New Delhi, India, pada 17–23 Agustus pekan depan.
Kim/Seo sadar, persaingan di level tertinggi semakin ketat dan lawan-lawan mereka mulai menemukan cara untuk meredam permainan sang juara bertahan.
Seo Seung-jae pun menegaskan bahwa keberhasilan mereka pada tahun lalu tidak bisa dijadikan jaminan untuk kembali menjadi juara.
"Meskipun kami memenangkan gelar tahun lalu, apa pun yang terjadi saat itu sudah berlalu,” kata Seo Seung-jae, dikutip dari JoongAng Daily.
"Kami harus bekerja lebih keras lagi untuk menang untuk tahun kedua berturut-turut," tekadnya.
Baca juga: Kaki Belum Pulih 100 Persen, An Se-young Punya Siasat Khusus di Kejuaraan Dunia BWF 2026
Sebagai ganda putra nomor satu dunia, Kim/Seo kini menghadapi tantangan berbeda.
Setiap lawan tentu datang dengan persiapan yang lebih matang ketika menghadapi mereka.
Kondisi tersebut membuat Kim/Seo merasa perlu melakukan penyesuaian.
Mereka tidak ingin terus mengandalkan pola permainan yang sama ketika para pesaing sudah mulai mengetahui kekuatan dan strategi mereka.
"Kami tahu kami telah dianalisis dan dikritik habis-habisan, dan kami hanya perlu mencari cara untuk mengatasi ini."
"Saya terus berbicara dengan Won-ho tentang hal ini, dan kami pikir ini hanyalah bagian dari proses untuk menjadi lebih baik," tambah Seo.
Lebih lanjut, Kim Won-ho juga melihat adanya perubahan dari para pesaing mereka.
Lawan-lawan yang sebelumnya mungkin kesulitan menghadapi permainan Kim/Seo kini datang dengan strategi yang lebih siap.
Karena itu, pasangan tersebut dituntut untuk terus berkembang agar tidak kehilangan keunggulan yang selama ini membuat mereka berada di puncak ranking dunia.
"Saya merasa lawan-lawan kami sekarang lebih siap menghadapi kami, dan kami harus berusaha untuk tetap unggul dari mereka dan bekerja lebih keras lagi."
Meski baru saja menelan dua kekalahan dari Fajar/Fikri, Kim tetap melihat peluang untuk kembali meraih gelar dunia.
Pengalaman menjadi juara tahun lalu menjadi modal sekaligus motivasi bagi mereka untuk mengulang pencapaian tersebut.
"Kami memiliki kenangan indah saat memenangkan gelar tahun lalu, dan kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mengulanginya," pungkas Kim.
(Tribunnews.com/Isnaini)