Menjaga kesehatan tubuh tidak hanya soal memilih makanan bergizi, tetapi juga memperhatikan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Tanpa disadari, beberapa jenis minuman yang sering dianggap biasa ternyata mengandung gula, kafein, atau kalori dalam jumlah tinggi.
Mengonsumsi terlalu banyak gula, terutama gula tambahan, atau gula yang ditambahkan ke dalam minuman dan bukan gula alami, dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Karena itu, penting untuk membatasi konsumsi minuman tertentu agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
7 Minuman yang Harus Dibatasi agar Tubuh Tetap Sehat
Berikut beberapa minuman yang harus dikonsumsi dalam jumlah sedang atau bahkan sebaiknya dihindari demi kesehatan.
1. Es Teh Manis
Seperti minuman manis lainnya, es teh manis juga mengandung gula dan kalori yang tinggi. Menurut Johnson, satu porsi es teh manis standar berukuran 12 ons bisa mengandung 27 hingga 35 gram gula tambahan, yang setara dengan beberapa minuman soda.
Adapun beberapa pilihan selain teh manis yaitu teh hijau atau teh hitam tanpa pemanis dan teh dengan lemon segar.
2. Kopi Manis
Minuman kopi yang manis bisa mengandung 12-60 gram gula. Gula tersebut bisa berasal dari satu atau beberapa bungkus gula, satu takaran sirup rasa, atau krimer manis. Semua ini bisa mengurangi manfaat kesehatan dari kopi.
Alternatifnya, pilih susu nabati murni 2 persen sebagai pengganti krimer manis, atau tanpa pemanis sama sekali. Selain itu jika ingin tetap manis, pilih pemanis nabati seperti stevia.
3. Jus Buah
Jus memang tampak lebih sehat dibandingkan minuman lainnya. Namun, ternyata tidak selalu demikian.
"Beberapa jus mengandung air dan sirup jagung fruktosa tinggi sebagai bahan utama," kata profesor adjung di Departemen Ilmu Gizi Klinis dan Preventif di Sekolah Profesi Kesehatan Rutgers University, Stephani Johnson, DCN, RDN.
Bahkan, jus buah 100 persen juga harus dikonsumsi dalam jumlah sedang karena secangkir jus berukuran delapan ons bisa mengandung 37 gram gula dan bisa menyebabkan penambahan berat badan.
Alih-alih memakan buah secara langsung, minum jus juga berarti menghilangkan komponen penting dalam buah utuh.
"Buah utuh, misalnya, mengandung lebih sedikit gula dan mengandung satu nutrisi penting yang tidak ada dalam jus: serat," kata seorang ahli diet, Jason Ewoldt, MS, RDN.
4. Soda Berperisa
Menurut Ewoldt, satu kaleng soda mengandung lebih banyak gula tambahan daripada yang direkomendasikan untuk sepanjang hari. Dalam porsi yang super besar, minuman ini bisa mengandung 100-160 gram gula.
Terlebih, soda umumnya dimaniskan dengan sirup jagung fruktosa tinggi. Sirup ini dikaitkan dengan efek kesehatan negatif, seperti penyakit hati berlemak.
5. Energy Drink
Banyak minuman energi yang mengandung 30-40 gram atau lebih gula. Tak hanya itu, minuman ini juga bisa mengandung hingga 300 mg kafein, lebih dari tiga kali lipat jumlah kafein dalam secangkir kopi.
"Sepertinya tidak banyak manfaat positif dari sudut pandang kesehatan jika kita memasukkan pilihan ini ke dalam rutinitas harian kita," kata Ewoldt.
Dikutip dari laman WebMD, energy drink bisa memberikan terlalu banyak kalori dan kafein yang bisa menyebabkan irama jantung tidak normal, kecemasan, kesulitan tidur, dan masalah pencernaan.
6. Smoothie Siap Saji
Ewoldt mengatakan, smoothie siap saji adalah contoh yang baik dari sesuatu yang seharusnya bergizi, tetapi malah memberikan efek sebaliknya.
Tergantung pada bahan-bahan yang digunakan, hasilnya bisa tinggi kalori dan gula, dengan sedikit serat atau protein. Satu botolnya bisa mengandung 300 kalori dan 40 gram gula.
"Meskipun gula ini terjadi secara alami, tubuh tetap memetabolisme gula tersebut dengan cara yang sama seperti gula tambahan," kata Johnson.
7. Minuman Protein Siap Saji
Minuman ini bisa bermanfaat bagi orang-orang yang ingin mencapai target protein mereka saat bepergian. Banyak pula minuman protein siap saji yang cenderung lebih rendah gula sebab menggunakan pemanis tanpa kalori.
Namun, dikutip dari laman Medical News Today, minuman protein siap saji bisa memiliki kandungan gula 0-30 gram dalam satu sajian. Bahkan, yang tanpa gula kemungkinan mengandung pemanis lain.
Ewoldt menyarankan, lebih baik membuat minuman protein sendiri agar bisa lebih mengontrol bahan-bahannya. Misalnya, dengan menggunakan bubuk protein, buah, bahkan satu atau dua porsi sayuran.
Cara Mengurangi Asupan Minuman Manis
Spesialis gizi klinik, dr Yohannessa Wulandari, MGizi, SpGK, mengatakan, menghentikan konsumsi gula secara mendadak cenderung sulit dilakukan, terutama bagi orang-orang yang sudah terbiasa mengonsumsi minuman manis setiap hari.
Oleh sebab itu, strategi yang lebih disarankan adalah pengurangan secara bertahap. Langkah awal yang bisa dilakukan yaitu mengenali pola konsumsi gula harian. Kemudian, konsumsi tersebut bisa dikurangi perlahan, misalnya dari tiga kali menjadi sekali sehari.
Selain mengurangi frekuensinya, rasa manis juga bisa disiasati dengan mengganti gula biasa dengan pemanis nonkalori.
"Jadi nanti bertahap supaya rasa manisnya tetap ada bisa digantikan kemudian nanti harapan goal-nya adalah ya sama sekali zero sugar added," kata dr Yohannessa kepada detikcom, beberapa waktu lalu.





