Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores turut berdampak pada sektor kesehatan di Kabupaten Ngada.
Pusdalops BPBD Kabupaten Ngada mencatat sebanyak 14 fasilitas kesehatan (faskes) terdampak akibat bencana tersebut.
Berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Ngada yang diperbarui Sabtu (15/8/2026) pukul 19.00 WITA, fasilitas kesehatan yang terdampak tersebut terdiri dari Puskesmas, RSUD dan Posyandu.
Dampak terhadap fasilitas kesehatan menjadi perhatian dalam penanganan tanggap darurat.
Baca juga: 48 Warga Dilaporkan Meninggal Akibat Gempa Flores, Tim SAR Perluas Wilayah Pencarian
Pasalnya, Faskes tersebut merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak gempa.
Selain fasilitas kesehatan, BPBD Ngada juga mencatat dampak pada berbagai fasilitas umum lainnya.
Data Kerusakan Fasilitas Umum di Ngada :
Sementara itu, dari sisi korban, tercatat delapan orang mengalami luka akibat gempa.
Rinciannya, tujuh orang mengalami luka ringan dan satu orang luka sedang. Tidak terdapat korban luka berat maupun meninggal dunia dalam laporan tersebut.
Para korban telah mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan.
BPBD Kabupaten Ngada bersama lintas sektor terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap dampak gempa di wilayah tersebut.
Baca juga: BMKG Sebut Guncangan Gempa Flores Terasa di 12 Kabupaten NTT
Data yang disampaikan Pusdalops BPBD Ngada ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan pendataan serta verifikasi lanjutan di lapangan.
Pemerintah dan petugas terkait juga terus memantau kondisi fasilitas pelayanan publik, termasuk fasilitas kesehatan, untuk memastikan kebutuhan penanganan pasca bencana dapat segera dipenuhi.
Puskesmas Maronggela Butuh Tenda Darurat
Salah satu fasilitas kesehatan yang alami kerusakan berat adalah Puskesmas Maronggela di Kecamatan Riung Barat. Fasilitas kesehatan ini alami kerusakan semua sisi.
Sehingga, pelayanan kesehatan terpaksa dilakukan di halaman depan dengan menggunakan tenda seadanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada dr. Aty Due, mengatakan, saat ini fasilitas kesehatan ini perlu dibantu dengan Tenda Darurat yang memadai agar proses penanganan pasien dapat berjalan dengan baik dan maksimal.
“Kami berharap khusus di Puskesmas Maronggela agar turunkan bantuan berupa tenda, ini sangat urgen dibutuhkan karena semua gedung rusak parah,” ujar dr. Aty dalam rapat koordinasi yang berlangsung Sabtu (15/8/2026) malam.
Sementara untuk stok obat-obatan kata dia, sejauh ini masih dalam kondisi aman. Ia juga mengatakan, untuk korban yang mengalami luka ringan hingga berat telah ditangani dengan baik di Puskesmas hingga rumah sakit.
Hingga kini pendataan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ngada sambil menyalurkan bantuan darurat dengan sasar ke korban yang berdampak berat.(cha).