Silaturahmi di Lamban Balak, Kapolres Lampung Selatan Perkuat Kemitraan dengan Tokoh Adat
taryono August 16, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan para tokoh adat sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baca juga: Dua Tersangka Curat di Kalianda Ditangkap, Polisi Sita Dua Sepeda Motor

Upaya tersebut dilakukan Deddy saat mengunjungi Lamban Balak Pangeran Legun Tihang Marga Lampung Selatan, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam kunjungan itu, Deddy didampingi Wakapolres Lampung Selatan Kompol Made Silpa Yudiawan serta sejumlah pejabat utama Polres Lampung Selatan.

Kedatangan rombongan disambut para tokoh adat Sai Batin. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Deddy mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi yang lebih dekat dengan tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat.

"Silaturahmi ini bagian dari upaya kami membangun komunikasi yang lebih dekat dengan tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat. Kami berharap sinergi ini terus terjalin sehingga bersama-sama dapat menjaga situasi kamtibmas di Lampung Selatan tetap aman dan kondusif," kata Deddy.

Menurut Deddy, tokoh adat memiliki peran penting di tengah masyarakat karena memiliki kedekatan sekaligus pengaruh dalam kehidupan sosial.

Karena itu, dukungan dan komunikasi dengan para pemangku adat dinilai penting untuk menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.

"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan komunikasi dengan para tokoh menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres bersama para tokoh adat juga membahas pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta mengedepankan penyelesaian berbagai persoalan melalui komunikasi dan kerja sama.

Deddy menyebut, tokoh adat dapat menjadi jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat ketika muncul persoalan sosial yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.

"Harapan kami, komunikasi seperti ini terus berjalan. Tokoh adat dapat menjadi mitra strategis Polri dalam mencegah konflik sosial, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, maupun berbagai persoalan lainnya," tutur Deddy.

Sejumlah tokoh adat yang hadir di antaranya Pangeran Tihang Marga (Marga Legun) Azhar, Pangeran Naga Beringsang (Marga Dantaran) Ahmad Fazirin, Pangeran Susuhunan Sampurna Jaya Abas, Pangeran Penyimbang Agung (Marga Rajabasa) Dafid, Pangeran Cahya Marga (Keratun Menangsih) Safrudin, Pangeran Rajabasa Zulihar, serta Raden Imba Kesuma Ratu V Keratuan Darah Putih Gusti Putra Aji.

Hadir pula Panglima Alip Jaya Samsuri, Dalom Singa Brata Marga Rajabasa Raden Putra Manggala, Silom Singa Langkung Marga Dantaran Ramli, Temenggung Tongkok Podang Ahmad Ruslanuddin, Raden Paksi Setia Marga Rajabasa Budi Setiawan, serta Temenggung Nimbang Marga Perwakilan Pangeran Sangun Khatu Ya Bandar II Kebandaran Way Urang Sofyan.

Silaturahmi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial, tetapi menjadi ruang komunikasi yang berkelanjutan antara kepolisian dan tokoh adat dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah Lampung Selatan.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.