TRIBUNDEPOK-Suasana Istana Presiden Depok jelang Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026 besok tak banyak berubah.
Bangunan berusia hampir satu abad itu menyimpan kisah dan jejak peninggalan masa kolonial yang masih sangat kental hingga sekarang.
Tepatnya di Jalan Pemuda Kecamatan Pancoran Mas (Panmas), sejumlah bangunan klasik masih berdiri kokoh di antara pemukiman dan pertokoan modern.
Nyaris tidak terlihat mata, di balik pemukiman dan pertokoan modern itu tersimpan jejak sejarah bekas Istana Presiden Depok yang dibangun pada 1930-an oleh Johanes Mathijs Jonathans - pemimpin terakhir yang memimpin pemerintahan sipil di kawasan Depok era 1946-1952.
Ketika pagar hitam dibuka jelas terlihat bangunan bergaya Indisch dengan jendela krepyak tinggi, pintu-pintu kayu besar, tembok berwarna krem dan berlantai tegel merah membawa suasana kental khas era zaman dulu.
Baca juga: Jelang HUT ke-27, Ini Sederet Tokoh yang Pernah Jadi Presiden Depok
Dimuat keterangan tertulis Humas Pemkot Depok, rumah yang berusia 9 dekade itu kini ditempati Yahya Jonathans, Cucu dari Johanes Mathijs Jonathans yang juga lahir dan besar di rumah tersebut.
"Rumah ini ditinggali oleh keluarga kami mulai dari kakek, ayah, dan saya sekarang penerusnya," ujar Yahya kepada Tim Humas Pemkot Depok.
Yahya bercerita bangunan seluas 1.800 meter persegi ini masih orisinil, hanya beberapa bagian yang dilakukan perawatan karena sudah lapuk dimakan usia.
Selain itu juga bagian belakang rumah sudah dijual ke pengembang yang kini menjadi kawasan perumahan.
Di halaman rumah itu, Yahya kembali mengingat sosok sang kakek. Sama seperti lansia pada umumnya, Presiden J.M. Jonathans di masa tua sering duduk bersantai di ruang tamu sambil melukis karikatur di selembar kertas yang menjadi hobinya.
"Sosok kakek saya itu orangnya baik suka main dengan cucu-cucunya, suka melukis di kertas biasa sehari-hari aktivitasnya," katanya.
Kala itu Yahya kecil banyak menghabiskan waktu di rumah bersama hingga sang Presiden Depok berpulang ke Yang Maha Kuasa pada 1973. Karena masih terbilang kecil, Yahya tidak mengetahui bahwa kakeknya merupakan orang terpandang di wilayah tersebut, kala itu.
Untuk mengenang sosok J.M. Jonathans, Yahya dan keluarganya masih menyimpan dengan baik barang-barang peninggalan mendiang sang kakek. Seperti tempat tidur, foto-foto, buku-buku, hingga rak dikamar yang ada di dekat teras rumah.
"Kamar ini didesain untuk mengenang kakek, semua barangnya masih kami rawat dengan baik agar yang berkunjung kesini bisa lihat-lihat," jelas Yahya.
Johanes Mathjis Jonathans merupakan Presiden Depok ke-9 atau terakhir yang memimpin Gementee Bestuur van het Land Depok.