Gempa NTT, Semua Wisatawan di Labuan Bajo Dipastikan Selamat
Ahmad Apriyono August 16, 2026 03:00 PM

Liputan6.com, Labuan Bajo - Gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT, Sabtu (15/8/2026). Getaran yang kuat berdampak nyata pada kerusakan di sejumlah wilayah di provinsi tersebut, salah satunya di Manggarai Barat, tempat destinasi wisata Labuan Bajo berada. 

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi saat dihubungi tim Regional Liputan6.com, Minggu (16/8/2026) memastikan, tidak ada wisawatan yang menjadi korban dalam peristiwa gempa yang memicu gelombang tsunami tersebut.

"Kurang dua menit jam enam, ada air ketinggian nol koma tiga meter. Nah nol koma tiga meter tidak memberikan dampak. Di pukul 09.52, hasil koodinasi dengan BMKG, KSOP, Forkopinda, kami mengambil kebijakan ke laut, ke spot-spot wisata untuk berjalan normal lagi," katanya. 

Edi juga mengatakan, ada sebanyak 326 kapal yang berlayar di sekitaran Labuan Bajo dan tidak terdampak gempa maupun gelombang tsunami. 

"Kapal tetap berlayar kemarin, ada yang menginap di laut, ada yang pulang. Bandara juga beroperasi normal, baik kedatangan maupun keberangkatan sesuai jadwal. Tidak ada kepanikan keluar," katanya.

Hanya saja, kata Edi, ada satu orang warga lansia di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, yang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa.

"Korban tertimpa lemari saat kejadian gempa," katanya. 

 

Dari hasil asesmen di lapangan juga ditemukan beberapa warga yang terluka akibat gempa, kebanyakan luka ringan karena kepanikan saat terjadi gempa. Sementara ratusan rumah di Manggarai Barat dilaporkan rusak.

"Kerusakan 300 rumah, 1 kantor kecamatan rusak berat, di Kecamata Kuwus Barat," katanya.

 

Korban Meninggal Bertambah Jadi 48 Orang

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Dari sebelumnya 37 orang meninggal, kini naik menjadi 48.

Data tersebut tercatat pada Minggu (16/8/2026) pukul 08.30 WITA. Selain korban meninggal, jumlah korban luka sebanyak 64 orang.

"Data sementara sebanyak 48 orang meninggal dunia dan 64 orang luka-luka. Kemungkinan masih bertambah karena masih ada yang tertimbun," kata Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, Minggu. 

Dia menjelaskan fokus pencarian korban hari ini dipusatkan di Kota Mbay (Nagekeo) dan wilayah Reo (Manggarai). Operasi berjalan mulai pukul 06.00 Wita dengan pengerahan personel dan peralatan lengkap. Kendala akses akibat longsor di Reo kini sudah dapat diatasi.

"Tim Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas di wilayah Manggarai Timur per pukul 06.00 Wita berhasil membuka jalur darat yang sempat tertutup longsor, sehingga jangkauan pencarian kini lebih luas," ujar Fathur

Tim gabungan bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan penyisiran serta pendataan di lapangan. Angka korban masih dapat berubah seiring proses verifikasi yang belum selesai dan berlangsungnya operasi pencarian.

Dia mengatakan seluruh personel dan sarana yang dimiliki dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak.

"Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman," ujar Fathur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.