TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Para pendukung sepak bola Turnamen Antarkampung (tarkam) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), berlangsung ricuh akibat kesalah pahaman.
Peristiwa itu terjadi di Desa Waetuoe, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, pada Sabtu (15/8/2026) kemarin.
Dari video yang beredar di media sosial kericuhan terjadi di Lapangan Sepak Bola hingga ke rumah warga.
Kapolsubsektor Lanrisang, Ipda Irwan A langsung memfasilitasi kubu pendukung yang bentrok tersebut.
Irwan memfasilitasi mediasi perselisihan antara pemuda Desa Lerang dan Desa Barang Palie, Kecamatan Lanrisang.
Kericuhan antarpemuda tersebut terjadi usai pertandingan sepak bola dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI.
Menurut Kapolsubsektor, Insiden salah paham antarwilayah itu terjadi agak jauh dari area lapangan sepak bola Lanrisang setelah pertandingan resmi selesai.
"Pertandingan sudah selesai jam 18.15 WITA, kemudian kejadian di luar sekitar jam 18.25 WITA, jadi agak jauh sedikit dari lapangan sepak bola," ujar Ipda Irwan A saat ditemui wartawan di Kantor Camat Lanrisang, Minggu (16/8/2026).
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mendatangi kedua belah pihak pemuda guna mencegah situasi makin memanas.
Langkah persuasif diambil aparat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan agar konflik tidak meluas di tengah masyarakat.
"Saya mendatangi kedua belah pihak dan menyatakan berdamai dan tidak memperpanjang permasalahan ini," katanya didampingi Camat Lanrisang Hasriadi.
Kepolisian memfasilitasi proses mediasi langsung agar pertikaian antarkelompok pemuda tersebut segera menemui titik terang.
"Karena saya memfasilitasi keduanya agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan panjang," ungkap Ipda Irwan.
Hasil dari proses mediasi tersebut membuahkan kesepakatan tertulis dari kedua kelompok pemuda yang bertikai.
Kedua belah pihak sepakat mengakhiri ketegangan dan menganggap masalah yang sempat terjadi telah selesai sepenuhnya.
"Makanya mereka sepakat bahwa menyatakan permasalahan ini dianggap selesai atau damai," tegasnya.
Pasca-insiden tersebut, panitia penyelenggara bersama pihak keamanan langsung menggelar rapat evaluasi darurat.
Berdasarkan hasil rapat internal, seluruh cabang olahraga kategori umum resmi ditiadakan hingga rangkaian kegiatan selesai.
"Acara ini sesuai hasil rapat tadi malam bahwa seluruh cabang olahraga umum ditiadakan," jelas Ipda Irwan A.
Keputusan tegas itu diambil sebagai upaya antisipasi agar tidak timbul kericuhan susulan di kemudian hari.
"Untuk menjaga dan mengantisipasi kejadian yang berlanjut, karena yang kami khawatiri kejadian akan berlanjut ke yang lain," pungkasnya.
Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S.