Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Identitas warga asal Karanganyar yang dikabarkan meninggal dunia setelah tenggelam di salah satu sungai di Jepang, Kamis (13/8/2026) siang waktu setempat, terungkap.
Korban diketahui bernama Heru Santoso (24), warga Kampung Sembung, RT 03, RW 02, Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) Karanganyar, Agung Wahyu Utomo, membenarkan kabar tersebut.
"Ada warga negara Indonesia, tepatnya warga Karanganyar, yang kemarin meninggal dunia karena tenggelam saat bermain di sungai, di Jepang,” kata Agung, saat dihubungi TribunSolo.com, Minggu (16/8/2026).
Heru merupakan peserta program magang kerja di Jepang yang telah tinggal di Negeri Sakura selama hampir tiga tahun.
Baca juga: Bocah Diduga Bakar Semak-semak di Klodran Karanganyar Dicari Warga Lewat WA hingga Medsos
Ia diberangkatkan melalui LPK Hiro Karanganyar dan saat ini sebenarnya sudah mendekati masa kepulangannya ke Indonesia.
Selama berada di Jepang, ia tercatat bekerja di Highness Co. Ltd., perusahaan yang beralamat di Nakano 5-3-24, Nakano-ku, Tokyo.
Heru bekerja di bidang carpentry work atau pertukangan kayu. Setelah hampir tiga tahun menjalani program tersebut, masa magangnya sebenarnya sudah hampir selesai.
"Korban peserta magang di LPK Hiro Karanganyar dan sudah hampir tiga tahun, dan saat ini sebenarnya telah mendekati waktu kepulangan," kata dia.
Menurut Agung, Heru tengah mengikuti kegiatan refreshing bersama rekan-rekannya menjelang berakhirnya masa magang. Namun, kegiatan tersebut justru berujung petaka setelah Heru tenggelam di sungai.
Hingga kini, pihak Disdagperinaker Karanganyar belum memperoleh informasi secara rinci mengenai lokasi maupun kronologi kejadian.
“Untuk lokasinya kami kurang tahu, di salah satu sungai di Jepang, kami memonitor, berkoordinasi, berkomunikasi dengan lembaga pelatihan kerja yang memang menaungi korban terkait dengan proses pemagangan korban di Jepang,” ucap Agung
Jenazah Heru saat ini masih berada di Jepang dan tengah menjalani proses pengurusan untuk dipulangkan ke Karanganyar.
Pemulangan tidak dapat dilakukan secara langsung karena terdapat sejumlah prosedur yang harus diselesaikan oleh otoritas Jepang. Salah satunya adalah proses autopsi.
Setelah autopsi dan prosedur lainnya selesai, sejumlah dokumen administrasi juga harus dipenuhi sebelum jenazah dapat diterbangkan kembali ke Indonesia.
Baca juga: Innalillahi, TKI Asal Gayamdompo Karanganyar Tewas Tenggelam Saat Rekreasi di Sungai Jepang
Agung mengatakan, LPK Hiro Karanganyar telah berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Jepang, termasuk Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Tokyo.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menangani berbagai kebutuhan, mulai dari dokumen administrasi hingga asuransi dan proses pemulangan jenazah.
“Memang mekanisme di Jepang itu harus dilakukan autopsi, informasinya autopsi masih tanggal 19 Agustus 2026,” kata Agung.
Selain mengawal proses pemulangan jenazah, Disdagperinaker Karanganyar juga memastikan hak-hak Heru sebagai peserta program pemagangan tetap dipenuhi.
Agung mengatakan pihaknya akan terus berkomunikasi dengan LPK Hiro dan pihak terkait di Jepang agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
“Kami akan juga memantau agar korban, jenazahnya ini agar bisa dapat segera dikembalikan dan hak-haknya bisa dapat terpenuhi,” tegasnya.
Pengawalan tersebut dilakukan karena Heru merupakan peserta program pemagangan yang berada di Jepang melalui lembaga pelatihan kerja resmi.
Pemerintah juga memastikan berbagai hak yang melekat pada program tersebut, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan asuransi, dapat diproses dan diterima pihak keluarga.
“Artinya memang tetap mengawal termasuk hak-hak korban, dan kami memastikan itu segera diproses dan hak-hak korban bisa terpenuhi,” katanya.
Hingga proses pemulangan selesai, Disdagperinaker Karanganyar akan terus memantau perkembangan penanganan jenazah Heru Santoso.