TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa titik yang terjadi di wilayah kabupaten Bengkalis mulai terkendali, beberapa hari terakhir.
Upaya pemadaman Karhutla tersebut terbantu dengan turunnya hujan di titik Karhutla, Jumat (14/8) malam kemarin.
Hal ini diakui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis Rony Afriadi kepada tribunpekanbaru.com, Minggu (16/8) siang.
Menurut dia, meskipun mulai terkendali, petugas darat pemadaman Karhutla masih tetap turun ke lokasi melakukan upaya pendinginan.
Dua lokasi Karhutla yang masih dilakukan pendinginan berada di Kecamatan Siak Kecil, tepatnya di Desa Buluh Apo dan Desa Pangkalan Libut.
Menurut Rony petugas gabungan Karhutla masih turun ke lokasi karena masih ada asap yang muncul dari bekas lahan yang terbakar.
"Tim kita yang di Kecamatan Pinggir masih turun di Desa Buluh Apo dan Pangkalan Libut, karena masih mengeluarkan asap. Tapi untuk api dipermukaan sudah tidak muncul lagi," ungkap Rony.
Menurut dia, luas lahan terbakar di Desa Buluh Apo tidak terjadi penambahan.
Laporan terakhir sekitar dua belas hektare dengan vegetasi semak belukar dan sawit.
"Api sudah tidak muncul, namun masih ada beberapa titik yang tetap mengeluarkan asap sampai sore kemarin. Sehingga petugas kita masih diturunkan ke lapangan melakukan pendinginan di sana," tambahnya.
Baca juga: Titik Karhutla Baru Muncul di Desa Pangkalan Libut Bengkalis, Perkirakan Seluas 5 Hektare
Begitu juga di Desa Pangkalan Libut kecamatan Pinggir, luasan lahan terbakar sekitar empat hektare.
Saat ini beberapa lahan bekas terbakar masih mengeluarkan asap yang masih perlu dilakukan pendinginan.
Kondisi berbeda di lahan terbakar Kelurahan Pematang Pudu yang sudah berhasil dipadamkan sejak petang kemarin. Petugas pemadaman hari ini sudah tidak melakukan kegiatan pendinginan dan pemadaman di sana.
"Untuk di Pematang Pudu hari ini sudah tidak ada kegiatan pemadaman dan pendinginan. Namun tim BPBD kita di Kecamatan Mandau masih terus melakukan pemantauan, memastikan api tidak kembali naik," jelasnya.
Sementara untuk titik Karhutla baru, Rony mengatakan, hingga menjelang siang ini belum ditemukan adanya titik api baru.
Laporan dari aplikasi maupun pemantauan di lapangan memastikan tidak adanya api yang muncul sampai siang ini.
Meskipun demikian, BPBD Bengkalis meminta masyarakat Bengkalis terutama yang berada di wilayah rawan, untuk tidak melakukan kegiatan pembakaran. Melihat kondisi cuaca yang pana dan angin kencang masih berpotensi menjadi pemicu Karhutla bisa meluas.
( Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)