Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Ada cara berbeda yang dilakukan Pemerintah Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, dalam memperingati hari jadi desanya yang ke-198.
Tak hanya sekadar seremoni, pemerintah desa bersama masyarakat juga menanam pohon kemiri dan nangka di kawasan Makam Patinggi, Desa Bangunharja, Sabtu (15/8/2026).
Penanaman pohon ini menjadi bagian dari rangkaian hari jadi sekaligus upaya menjaga kawasan yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Desa Bangunharja.
Kepala Desa Bangunharja, Carikin, mengatakan peringatan hari jadi tidak ingin hanya diisi kegiatan seremonial.
Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang bisa memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat dalam jangka panjang.
“Penanaman pohon ini merupakan bagian dari rangkaian hari jadi Desa Bangunharja ke-198. Kami ingin momentum hari jadi tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan kegiatan yang memiliki manfaat untuk lingkungan dan masyarakat,” ujar Carikin.
Baca juga: Daftar Nama 54 Calon Paskibraka Kabupaten Ciamis untuk HUT ke-81 RI
Ia menyebut pohon kemiri dan nangka dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi.
Jika dirawat dengan baik, tanaman tersebut diharapkan dapat tumbuh besar dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kemudian hari.
“Jenis pohon yang kami tanam di antaranya kemiri dan nangka. Kami berharap tanaman ini nantinya bisa tumbuh dengan baik, membuat lingkungan lebih hijau dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Carikin menilai kawasan Makam Patinggi juga perlu mendapat perhatian karena menjadi salah satu lokasi yang memiliki nilai sejarah bagi Desa Bangunharja.
Penanaman pohon di kawasan tersebut diharapkan membuat lingkungan makam semakin hijau, asri, dan nyaman.
Namun, Carikin mengingatkan, pekerjaan tidak selesai setelah bibit ditanam.
Ia meminta masyarakat ikut merawat dan menjaga pohon-pohon tersebut agar bisa tumbuh dengan baik.
“Yang paling penting bukan hanya menanam, tetapi bagaimana setelah ditanam bisa dirawat dan dijaga bersama. Kami mengajak masyarakat untuk ikut memelihara pohon-pohon ini supaya manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tutur Carikin.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar gerakan penghijauan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan dalam rangkaian hari jadi.
Semangat gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut juga diharapkan terus tumbuh dalam berbagai program pembangunan Desa Bangunharja.
Carikin berharap peringatan hari jadi ke-198 dapat menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang Desa Bangunharja sekaligus menyiapkan masa depan yang lebih baik.
“Harapannya, bukan hanya hari jadinya yang kita peringati, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama menjaga desa dan lingkungannya untuk generasi berikutnya,” ujarnya.
Dengan menanam pohon kemiri dan nangka di kawasan Makam Patinggi, Pemerintah Desa Bangunharja pun berupaya meninggalkan jejak peringatan hari jadi dalam bentuk yang bisa tumbuh dan memberikan manfaat hingga bertahun-tahun mendatang.(*)