TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menyiagakan delapan titik pipa injeksi air di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang.
Langkah teknis ini disiapkan khusus untuk memadamkan dan mengantisipasi potensi api bawah permukaan (subsurface fire) pada timbunan sampah selama musim kemarau.
Guna mencegah terulangnya insiden kebakaran TPA Jatibarang, pemantauan kawasan kini juga melibatkan pemindaian udara menggunakan drone, flaring gas metana setiap hari, penyemprotan biodekomposer, serta penutupan tanah (soil cover) pada zona aktif maupun pasif.
"Tim lapangan kami melakukan patroli rutin setiap 4 hingga 6 jam di seluruh zona rawan, didampingi penyiraman berkala oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang setiap dua hari sekali serta penyediaan sistem on-call dengan response time di bawah 15 menit," ujar Kepala DLH Semarang, Glory Nasarani, dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Cadangan Air 230 Meter Kubik dan Respons Cepat Cepat Titik Api
Untuk mendukung penanganan awal jika muncul percikan api, DLH Semarang telah menyiagakan cadangan air sebesar 230 meter kubik di lokasi TPA Jatibarang, lengkap dengan armada mobil tangki, pompa portabel, dan alat pemadam api ringan (APAR).
Baca juga: Mizuno,Pria Tertua di Jepang Veteran Perang Sulawesi yang Selamat dari Torpedo, Wafat Usia 111 Tahun
Sejak digelarnya Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Kebakaran pada 9 Juli lalu, petugas gabungan mencatat telah terjadi empat kali kemunculan titik api di dalam dan sekitar zona TPA. Namun, seluruh titik api tersebut berhasil dilokalisasi dengan cepat sebelum membesar.
"Empat kejadian titik api berhasil ditangani dengan cepat berkat kolaborasi petugas TPA, Damkar, kelurahan, TNI, Polri, hingga warga sekitar," terang Glory.
Larangan Merokok dan Instruksi Wali Kota
Selain langkah teknis medis sampah, DLH Semarang memperketat sosialisasi kepada para pengemudi truk sampah, pemulung, pengepul, hingga peternak di kawasan TPA. Petugas mempertegas larangan merokok dan pembakaran sampah/perapian (diang) yang rentan memicu kebakaran besar.
Menanggapi potensi bahaya di musim kemarau, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menginstruksikan seluruh jajarannya untuk tetap siaga penuh dan tidak melonggarkan pengawasan di TPA Jatibarang.
"Komitmen yang ditetapkan sejak Apel Kesiapsiagaan 9 Juli lalu harus terus dipertahankan. Selama musim kemarau belum usai, kewaspadaan seluruh jajaran tidak boleh kendor," tegas Agustina. (idy)