Daftar Nama 6 Politisi Golkar Berebut Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang Gantikan Rusdi
Abdul Rosid August 16, 2026 04:17 PM

 

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang masih kosong setelah Ketua DPRD sebelumnya, Rusdi Alam, meninggal dunia pada Minggu (19/7/2026).

Untuk mengisi posisi tersebut, DPD Partai Golkar Kota Tangerang mulai menjalankan proses seleksi calon pengganti.

Sebanyak enam kader Partai Golkar tercatat masuk dalam bursa calon Ketua DPRD Kota Tangerang.

Keenam nama tersebut akan mengikuti proses seleksi internal partai sebelum nantinya diputuskan siapa yang akan diusulkan ke tingkat pusat.

Baca juga: Pansus DPRD Kota Serang Konsultasi ke Kemendag dan Kemenpar Matangkan Raperda Kepariwisataan

6 Nama Masuk Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang

Berikut enam kader Partai Golkar yang masuk dalam bursa calon Ketua DPRD Kota Tangerang menggantikan Rusdi Alam:

Zamaludin

Supiani

Samsuni

Kosasih

Mustofa Kamaludin

Saiful Milah

Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Zamaludin, mengatakan seluruh kader yang mengikuti seleksi memiliki peluang dan keunggulan masing-masing.

Menurutnya, partai akan mempertimbangkan sejumlah aspek dalam menentukan calon Ketua DPRD.

Kriteria yang menjadi pertimbangan antara lain kapasitas, kapabilitas, senioritas, serta prestasi, dedikasi, loyalitas, dan rekam jejak kader.

"Semua kader yang masuk bursa tentu memiliki kapasitas dan kelebihan masing-masing," kata Zamaludin melalui keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

Zamaludin menjelaskan, proses seleksi tidak langsung menentukan satu nama.

Tim seleksi terlebih dahulu akan menyaring enam kandidat menjadi tiga nama.

Ketiga nama tersebut selanjutnya akan diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk mendapatkan keputusan terkait calon yang akan menduduki kursi Ketua DPRD Kota Tangerang.

Dengan mekanisme tersebut, keputusan akhir tidak berada di tangan DPD Partai Golkar Kota Tangerang semata.

Di tengah persaingan enam kader tersebut, Zamaludin secara terbuka menyatakan kesiapannya apabila mendapatkan kepercayaan dari Partai Golkar untuk menggantikan Rusdi Alam.

Saat ini Zamaludin juga merupakan anggota DPRD Kota Tangerang.

Ia mengatakan keikutsertaannya dalam proses seleksi bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab sebagai kader partai sekaligus anggota legislatif.

"Saya merasa sebagai kader partai dan anggota DPRD punya tanggung jawab. Setelah almarhum Pak Rusdi Alam meninggal dunia, tentu harus ada yang melanjutkan tugas-tugas kelembagaan DPRD," katanya lagi.

Menurut Zamaludin, pengalaman yang dimilikinya di organisasi dan legislatif menjadi salah satu modal untuk mengikuti proses seleksi tersebut.

Ia menilai seorang Ketua DPRD tidak hanya dituntut memiliki kemampuan politik, tetapi juga harus mampu menjalankan fungsi kepemimpinan kelembagaan. 

"Saya merasa punya pengalaman, baik di organisasi maupun di legislatif. Pengalaman itu tentu bisa menjadi bekal kalau nantinya saya dipercaya untuk memimpin DPRD," katanya. 

Meski menyatakan siap menjadi Ketua DPRD Kota Tangerang, Zamaludin menegaskan proses seleksi harus dihormati.

Ia mengaku siap bersaing dengan lima kader Partai Golkar lainnya yang juga masuk dalam bursa.

"Saya menghormati semua teman-teman yang masuk dalam proses ini. Kita sama-sama kader Golkar dan sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap partai serta masyarakat Kota Tangerang," tanda dia. 

Terpisah, pengamat politik Kota Tangerang, Imron Hamami, menilai pengalaman dan jam terbang legislatif menjadi nilai tambah bagi Zamaludin untuk bersaing. 

"Ketua DPRD itu bukan hanya soal jabatan. Ada kemampuan memimpin lembaga, membangun komunikasi politik, memahami dinamika pemerintahan, dan menjaga hubungan kelembagaan," kata Imron.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.