Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Anemia masih mengintai anak sekolah di Kota Solo, khususnya remaja putri.
Dinkes Solo memberikan perhatian khusus kepada remaja putri karena kondisi kesehatan mereka saat ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan saat menjadi ibu kelak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, dr. Retno Erawati Wulandari, berharap remaja putri tidak mengalami anemia sehingga dapat tumbuh menjadi calon ibu yang sehat dan menjalani kehamilan serta persalinan dengan kondisi yang baik.
“Supaya anak remaja putri tidak anemia. Sehingga mereka bisa menjadi ibu yang sehat. Pada saat mereka hamil atau melahirkan menjadi ibu yang sehat sehingga melahirkan anak yang sehat,” tuturnya, Minggu (16/8/2026).
Untuk mendorong kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, petugas kesehatan tidak hanya membagikan tablet FE kepada siswa. Konsumsi juga dipantau secara langsung saat kegiatan berlangsung.
Guru turut dilibatkan untuk membantu memastikan tablet yang diberikan benar-benar diminum oleh siswa.
“Sebenarnya salah satu program aksi bergizi serentak pemberian tablet FE. Kita berikan cuma pada saat itu petugas ada di situ harapannya memastikan mereka benar-benar meminum dibantu oleh guru,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan agar pemberian tablet tambah darah tidak sekadar berhenti pada pembagian obat, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi siswa yang menjadi sasaran program.
Di tengah program pemberian tablet tambah darah secara gratis, Dinas Kesehatan Kota Solo masih menghadapi tantangan karena ada siswa yang enggan mengonsumsinya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, dr. Retno Erawati Wulandari, mengatakan sebagian anak tidak meminum tablet tambah darah karena kurang menyukai rasa dan aromanya.
“Kita tidak memungkiri ada satu dua anak yang tidak diminum karena mungkin amis lah. Mungkin agak ada rasa besinya tapi itu tidak mengganggu. Padahal manfaatnya lebih tinggi,” ungkapnya.
Baca juga: Dinkes Solo Soroti Meningkatnya Kasus Hipertensi hingga Obesitas, Gaya Hidup Jadi Salah Satu Pemicu
Menurut Retno, anemia pada anak sekolah tidak boleh dianggap sepele. Kondisi tersebut perlu dicegah sejak remaja, terutama pada anak perempuan yang nantinya akan memasuki usia kehamilan.
Anemia yang tidak ditangani sejak dini dapat menimbulkan persoalan kesehatan di kemudian hari. Pada remaja putri, pencegahan anemia juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon ibu agar dapat melahirkan anak yang sehat.
“Anemia di anak sekolah masih ada. Makanya program aksi bergizi serentak senantiasa kita selenggarakan untuk motivasi untuk menerapkan untuk menerapkan hidup sehat salah satunya pola gizi seimbang,” jelasnya.
Selain program pencegahan anemia, Dinkes Solo juga terus menjalankan Cek Kesehatan Gratis. Program ini diharapkan dapat membantu menemukan berbagai masalah kesehatan sejak dini sehingga bisa segera ditangani.
Retno menyebut capaian Cek Kesehatan Gratis di Surakarta telah melewati 50 persen. Sementara untuk kelompok anak sekolah, capaian program tersebut sudah berada di atas 70 persen.
Baca juga: Sejumlah Anak Sekolah di Solo Terjangkit Anemia, Tapi Enggan Minum Tablet Tambah Darah, Kenapa?
“Cek Kesehatan Gratis total di Surakarta di atas 50 persen. Untuk anak sekolah Kota Surakarta termasuk yang sudah memenuhi target di atas 70 persen. Ini menjadi data dasar untuk mengetahui kesehatan anak di Kota Surakarta,” terangnya.
Melalui program pemberian tablet tambah darah, aksi bergizi serentak hingga Cek Kesehatan Gratis, pemerintah berupaya meningkatkan kesadaran anak sekolah untuk menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah anemia sejak dini.