Kodam XVIII/Kasuari Tegaskan Tidak Ada Operasi TNI di Lokasi Insiden Maybrat
Hans Arnold Kapisa August 16, 2026 05:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Markas Kodam XVIII/Kasuari Papua Barat menyampaikan siaran pers terkait insiden kekerasan yang mengakibatkan tiga warga sipil di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, mengalami luka pada 13 Agustus 2026.

Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Inf. Daniel Panusuan Manalu, menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.

Ia menegaskan bahwa luka yang dialami korban bukan akibat tembakan, melainkan diduga kuat akibat senjata tajam.

“Telah kami pastikan melalui pengecekan awal di lapangan bahwa pada saat kejadian tidak terdapat pasukan TNI yang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Ainod,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (16/8/2026).

Kodam XVIII/Kasuari mengapresiasi kerja cepat tim medis dan aparat keamanan yang segera mengevakuasi korban ke RS Selebesolu Sorong untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Pihaknya juga mengutuk keras tindakan kekerasan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) yang menjadikan warga sipil sebagai korban.

“Keselamatan masyarakat merupakan hal utama. Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang karena menimbulkan rasa takut dan keresahan,” tambah Kolonel Daniel.

Baca juga: DAP Doberai Soroti Situasi Maybrat: Jangan Ada Lagi Penembakan, Tempuh Jalan Damai

Saat ini, tim gabungan TNI-Polri masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Kodam menegaskan seluruh informasi akan ditelaah secara objektif agar tidak terjadi kesimpulan terburu-buru.

“Kami mengajak masyarakat Maybrat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” imbuhnya.

Kodam XVIII/Kasuari berkomitmen bersama Polri dan pemerintah daerah menjaga keamanan serta ketertiban di Papua Barat Daya.

Setiap perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara terbuka setelah informasi terverifikasi.

“Mari kita jaga Maybrat tetap aman, damai, dan kondusif,” ajaknya.

Baca juga: Kontak Tembak di Maybrat, Satgas TNI Tembak Mati Tokoh KKB Alfons Sorri

Seruan Jaringan Damai Papua

Di tempat terpisah, Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christrian Warinussy, mengecam keras dugaan tindak kekerasan terhadap warga sipil di Kabupaten Maybrat.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran HAM berat.

“Sebagai Juru Bicara JDP, saya meminta Presiden Prabowo Subianto segera menarik semua personel militer dari wilayah masyarakat sipil di seluruh Tanah Papua, termasuk Aifat,” tegasnya.

Warinussy yang juga Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari mendesak Komnas HAM RI segera melakukan investigasi menyeluruh, termasuk rekonstruksi di lokasi kejadian dan pemeriksaan saksi-saksi.

“LP3BH Manokwari akan terus mengawal proses hukum dari peristiwa tersebut,” ujarnya melalui siaran pers di Manokwari, Minggu (16/8/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.